"FITRIIIII!! NAIK!!
Aku dan teman-teman pun belingsatan naik dari kolam ikan itu saat mendengar teriakan Mamah di pinggir jalan yang tak jauh dari kolam tempat kami berenang tadi.
Dengan perasaan takut kuhampiri Mamah yang sudah bersiap ngomel. "Waktunya ngaji masih aja main! bla..bla..bla..."
Aku pun segera membersihkan diri, sholat dzuhur dan pergi ke madrasah untuk mengaji.
.......................................................................................................
Di lain kesempatan, terdengar pengumuman dari speaker pesantren dekat rumah.
"Yang belum datang Neng Pipit, Nyai Yuli,... Harap segera datang. Pengajian akan dimulai."
Terdengar namaku dipanggil (Neng Pipit), tapi aku berusaha menyembunyikan rasa malu.
"Aaah kali ini aja libur ngaji gak papa", pikirku sambil pura-pura tidur di kamar.
Tapi, "Teh, tuh dah dipanggil!", kata Mamah.
Aku pura-pura gak denger.
"Pak, tuh si teteh gak mau ngaji!"
Si Mamah emang kaya peramal hihi.. tahu banget kalo anaknya pura-pura, dan tahu banget anaknya akan bangkit jika Bapak sudah dipanggil. 😁
Maka, sang anak pun bangkit dan berangkat ngaji.
.......................................................................................................
"Mah, hujan", kataku meminta dispensasi mengaji magrib di rumah ustadz yang lokasinya hanya terpisah 4 rumah dari rumah kami.
"Ada payung" respon Mamah tanda menolak harapanku.
Akupun berangkat sambil manyun.
......................................................................................................
Ngaji siang di madrasah sepulang sekolah, ngaji sore di pesantren setelah sholat ashar, dan ngaji di rumah ustadz setelah maghrib. Jadwalku sewaktu kecil, usia SD, memang penuh sama ngaji, Liburnya hari Jum'at saja. Dan orang tuaku, Bapak dan Mamah sangat ketat soal urusan sholat dan ngaji. Kalau aku belum pulang, diuber-uber tuh, dicari sampe dapat, dan disuruh ngaji.
Bahkan di liburan panjang sekolah pun, agenda utama liburannya adalah mondok di pesantren selama 2 pekan. Pesantrennya berbeda setiap liburan.
Pernah suatu waktu, saat itu mau naik kelas 3 SD. Aku dan kakak sepupuku yang cowok dikirim ke pesantren di kecamatan tetangga. Dulu rasanya jauh banget karena belum ada angkot seperti sekarang. Setiap maghrib tiba, perasaanku sedih sekali, rasa ingin pulang selalu menggelayuti. Nangis aja bisanya, sambil meraung minta pulang. Tiba-tiba muncul ide untuk minta dianterin ojek. Aku maksa minta pulang sama bibi pengawas dan minta dianterin sama ojek aja. Nah, pulanglah aku dianter Mang Ojek.
Sesampainya di rumah, aku malah dimarahin Bapa. Dan besok paginya, aku dianterin lagi ke pesantren tak cuma diiringi Mamah dan Bapa, tapi juga Kakek, Nenek, dan Uwa. 😜
Alhasih, akupun berusaha bersabar untuk mengikuti program mondok sampe selesai.
......................................................................................
Meski seketat itu aturan Bapak dan Mamah soal mengaji, anehnya tak pernah membuatku trauma atau jadi bosan mengaji. Malah, kupikir, kebiasaan yang dulu dipaksakan itu menjadi darah daging dalam jiwaku, cieee...beneran loh! Sampai dewasa, rasanya ada yang hampa kalo belum punya jadwal mengaji (ta'lim). Semoga menjadi amal jariyah buat Mamah (almh) dan Bapak. 😊
Sumber Gambar:
https://dimaspramudia.web.id/makna-adab-bagi-anak-usia-dini/gambar-anak-mengaji-kartun/
Depok, 28 Oktober 2018
Fitri Purbasari
Minggu, 28 Oktober 2018
Minggu, 21 Oktober 2018
Then, I Love Storytelling
It was almost 11 years ago. Saat itu kira-kira masa kuliah tingkat 3. Saya dapat mata kuliah English For Young Learners yang disajikan oleh dosen enerjik yang baru pulang dari kuliah di luar negeri. Masih sangat segar ilmunya, karena beliau khusus kuliah tentang itu disana.
Oia, saya dulu kuliah jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan bercita-cita ingin jadi guru di SMP, SMA, dan sederajat, dan jadi dosen. Pokoknya tidak mau ngajar di level SD apalagi TK. Kupikir berurusan dengan anak kecil pasti akan menguras energi. Gak mau ribet, gitu mindsetku waktu itu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, cieeee.. hihihi.
Ibu dosenku yang satu itu suangat awesome, powerful, and inspiring!
Setiap kali ngajar, beliau selalu mampu membuat suasana ruang kelas mahasiswa seantusias anak TK. Beliau kerap kali membawa buku-buku cerita amazing, keren, unik, meski kontennya sederhana,
Beliau pun membawakan cerita di buku-buku itu dengan sangat mengagumkan.
Saya terpesona sekaliiiiii!!
Berikut salah dua buku yang membuat saya terpana.
Buku The Very Hungry Caterpillar karya Eric Carle ini bercerita tentang seekor ulat kecil yang kelaparan. lalu dia makan setiap hari. Nah disini kita bisa mengajak anak belajar tentang hari dan jenis makanan. Bukunya seru dan colorful, di setiap makanan ada lubang untuk si ulat masuk, dan kita bisa menggunakan jari kita sebagai si ulat. Language focusnya ada, kata yang sama diulang berkali-kali. Lalu setelah seminggu, si ulat kecil sudah berubah menjadi si ulat besar yang gendut. Disini anak-anak belajar kata sifat. Kalimat-kalimatnya simple namun penuh pelajaran. Mantap!
Yang selanjutnya adalah buku ini.
Where's Spot by Eric Hill membuatku tring tring ting pula. It's a lift the flap book. Seekor mama anjing mencari anaknya yang bernama Spot. Dia mencari ke seluruh penjuru rumah. Di setiap sudut yang dicari, dia malah menemukan teman-teman binatangnya. Anak-anak bisa belajar things in the house, animals, and preposition of place. Keseruannya ditambah dengan jenis buku buka tutup gambarnya. Jadi anak bisa merasa terlibat dalam pencarian Spot.
Tanpa disadari, energi beliau menyeretku untuk mengakui bahwa "Mengajar young learners alias anak kecil itu menyenangkan" dan saya merasa saya bisa membuat buku-buku cerita seperti itu.
Saya harus mengambil ladang kebaikan yang besar dengan mengajarkan bahasa Inggris yang benar pada anak-anak kecil dengan cara yang menyenangkan. Semoga kelak anak didikku akan mencintai bahasa Inggris. Dan itu modal yang besar bagi mereka untuk mempelajari matpel yang satu ini di tingkat pendidikan selanjutnya.
WOW saya berubah!!
Dalam mata kuliah itu, kami diberi tugas untuk membuat modul belajar EYL dari level TK hingga SD kelas 3. Dan saya kebagian dalam grup yang membuat modul untuk TK B. Berbinar!
Hingga saat mini penelitian sampai skripsi, saya mantap ambil judul tentang metode Storytelling dan pengaruhnya untuk penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada anak SD.
Minat itu berlanjut hingga sekarang menjadi ibu.
Membacakan buku cerita pada anak sejak dalam kandungan telah saya rasakan sangat berdampak besar. Tentu yang diutamakan adalah buku tentang Allah, keteladanan Rasulullah dan para nabi.
Selain itu, alhamdulillah saya pun bisa membuat cerita dadakan sesuai dengan nilai yang dibutuhkan anak saat itu, hehehe. Sayangnya, saya jarang segera menuliskannya.
Meski belum menelurkan karya berupa buku, saya terus berusaha menularkan manfaat storytelling dan mengkampanyekan buku cerita yang sarat makna. Pokok'e Storytelling is Amazing! 😊
Gambar diambil dari:
https://whattheredheadsaid.com/redhead-roundup-books-august-2016/
https://babydivine.co.nz/products/the-very-hungry-caterpillar-big-broad-book
Depok, 21 Oktober 2018
Oia, saya dulu kuliah jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan bercita-cita ingin jadi guru di SMP, SMA, dan sederajat, dan jadi dosen. Pokoknya tidak mau ngajar di level SD apalagi TK. Kupikir berurusan dengan anak kecil pasti akan menguras energi. Gak mau ribet, gitu mindsetku waktu itu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, cieeee.. hihihi.
Ibu dosenku yang satu itu suangat awesome, powerful, and inspiring!
Setiap kali ngajar, beliau selalu mampu membuat suasana ruang kelas mahasiswa seantusias anak TK. Beliau kerap kali membawa buku-buku cerita amazing, keren, unik, meski kontennya sederhana,
Beliau pun membawakan cerita di buku-buku itu dengan sangat mengagumkan.
Saya terpesona sekaliiiiii!!
Berikut salah dua buku yang membuat saya terpana.
Buku The Very Hungry Caterpillar karya Eric Carle ini bercerita tentang seekor ulat kecil yang kelaparan. lalu dia makan setiap hari. Nah disini kita bisa mengajak anak belajar tentang hari dan jenis makanan. Bukunya seru dan colorful, di setiap makanan ada lubang untuk si ulat masuk, dan kita bisa menggunakan jari kita sebagai si ulat. Language focusnya ada, kata yang sama diulang berkali-kali. Lalu setelah seminggu, si ulat kecil sudah berubah menjadi si ulat besar yang gendut. Disini anak-anak belajar kata sifat. Kalimat-kalimatnya simple namun penuh pelajaran. Mantap!
Yang selanjutnya adalah buku ini.
Where's Spot by Eric Hill membuatku tring tring ting pula. It's a lift the flap book. Seekor mama anjing mencari anaknya yang bernama Spot. Dia mencari ke seluruh penjuru rumah. Di setiap sudut yang dicari, dia malah menemukan teman-teman binatangnya. Anak-anak bisa belajar things in the house, animals, and preposition of place. Keseruannya ditambah dengan jenis buku buka tutup gambarnya. Jadi anak bisa merasa terlibat dalam pencarian Spot.
Tanpa disadari, energi beliau menyeretku untuk mengakui bahwa "Mengajar young learners alias anak kecil itu menyenangkan" dan saya merasa saya bisa membuat buku-buku cerita seperti itu.
Saya harus mengambil ladang kebaikan yang besar dengan mengajarkan bahasa Inggris yang benar pada anak-anak kecil dengan cara yang menyenangkan. Semoga kelak anak didikku akan mencintai bahasa Inggris. Dan itu modal yang besar bagi mereka untuk mempelajari matpel yang satu ini di tingkat pendidikan selanjutnya.
WOW saya berubah!!
Dalam mata kuliah itu, kami diberi tugas untuk membuat modul belajar EYL dari level TK hingga SD kelas 3. Dan saya kebagian dalam grup yang membuat modul untuk TK B. Berbinar!
Hingga saat mini penelitian sampai skripsi, saya mantap ambil judul tentang metode Storytelling dan pengaruhnya untuk penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada anak SD.
Minat itu berlanjut hingga sekarang menjadi ibu.
Membacakan buku cerita pada anak sejak dalam kandungan telah saya rasakan sangat berdampak besar. Tentu yang diutamakan adalah buku tentang Allah, keteladanan Rasulullah dan para nabi.
Selain itu, alhamdulillah saya pun bisa membuat cerita dadakan sesuai dengan nilai yang dibutuhkan anak saat itu, hehehe. Sayangnya, saya jarang segera menuliskannya.
Meski belum menelurkan karya berupa buku, saya terus berusaha menularkan manfaat storytelling dan mengkampanyekan buku cerita yang sarat makna. Pokok'e Storytelling is Amazing! 😊
Gambar diambil dari:
https://whattheredheadsaid.com/redhead-roundup-books-august-2016/
https://babydivine.co.nz/products/the-very-hungry-caterpillar-big-broad-book
Depok, 21 Oktober 2018
Kamis, 18 Oktober 2018
Dedek Seneng Umi Sama Dedek
"Dedek seneng ajak main Umi."
Mungkin maksudnya Dedek senang Umi ajak main Dedek. 😂
"Dedek seneng (ber)sama Umi"
Itulah beberapa kalimat yang Fatimah (3y) saat saya ngelonin dia tadi. Dengan ekspresi sok imut merem-merem tangan di pipi tembemnya. 😁😘
MasyaAllah Umi kaget plus haru dengernya, dek.
Tadi seharian dia ikut saya ke seminar edukasi di Kecamatan Cilodong.
Ini fotonya saat permintaannya untuk main game belanja ditolak. Digantinya permintaannya itu dengan motoin kaki.
"Dedek mau foto kaki aja kok mi" 😁
Saya puji-puji dia karena telah bersikap baik dengan anteng di kids corner bersama anak-anak yang lain.
Sesampainya di rumah pun saya menyampaikan pujian itu dihadapan kakaknya.
Lalu saya bacakan buku hadiah dari seminar itu.
"Ini buku hadiah loh kak, karena Umi maju bercerita, Dan Dedek bersikap baik di tempat main." Gitu saya memberi motivasi untuk mereka.
Keduanya senang sekali jika dikasih storytelling.
Rupanya pujian-pujian dan pengelolaan emosi saya yang baik hari ini, membuat hati Dedek Fatimah berbunga. 🌼
Hemmh.. alhamdulillah..
"Celamat mayam, Umi. Dedek cayang Umi. Dedek cayang Kakak. Dedek canyang abi" katanya sesaat sebelum terlelap.
"Selamat malam, Dedek. Umi sayang dedek. Besok kita main lagi yaa" jawabku. 😘
Depok, 18 Oktober 2018
Mungkin maksudnya Dedek senang Umi ajak main Dedek. 😂
"Dedek seneng (ber)sama Umi"
Itulah beberapa kalimat yang Fatimah (3y) saat saya ngelonin dia tadi. Dengan ekspresi sok imut merem-merem tangan di pipi tembemnya. 😁😘
MasyaAllah Umi kaget plus haru dengernya, dek.
Tadi seharian dia ikut saya ke seminar edukasi di Kecamatan Cilodong.
Ini fotonya saat permintaannya untuk main game belanja ditolak. Digantinya permintaannya itu dengan motoin kaki.
"Dedek mau foto kaki aja kok mi" 😁
Saya puji-puji dia karena telah bersikap baik dengan anteng di kids corner bersama anak-anak yang lain.
Sesampainya di rumah pun saya menyampaikan pujian itu dihadapan kakaknya.
Lalu saya bacakan buku hadiah dari seminar itu.
"Ini buku hadiah loh kak, karena Umi maju bercerita, Dan Dedek bersikap baik di tempat main." Gitu saya memberi motivasi untuk mereka.
Keduanya senang sekali jika dikasih storytelling.
Rupanya pujian-pujian dan pengelolaan emosi saya yang baik hari ini, membuat hati Dedek Fatimah berbunga. 🌼
Hemmh.. alhamdulillah..
"Celamat mayam, Umi. Dedek cayang Umi. Dedek cayang Kakak. Dedek canyang abi" katanya sesaat sebelum terlelap.
"Selamat malam, Dedek. Umi sayang dedek. Besok kita main lagi yaa" jawabku. 😘
Depok, 18 Oktober 2018
Minggu, 14 Oktober 2018
Manten Pedes
Ingat pas jadi manten mak? bak Ratu sehari. iya khaan?? 👰😃
Eh gak cuma sehari deng..beberapa hari ya.. hehe.. bisa sejak dari siraman (kalo pake) sampai beberapa hari setelah ngunduh mantu, alias resepsi di rumah mertua. hehe..
Selalu dimanja dan diutamakan ya, mak.. apalagi soal makanan.
Disuguhi limpahan makanan.
Lalu kita, sang mantu, masih sangat malu-malu berada di rumah mertua.
Menerima apapun yang disuguhkan dan tetap berwajah sumringah. hehe..
Meski makanan yang disuguhkan diluar kebiasaannya. hihii..
Aiiih, pengalaman nih ye?? 😆 hihi.. iye, mak.
Ini pengalaman pertamaku makan masakan-masakan pedasnya mertua yang sangat endes. 😋
Aku yang tak terbiasa makan pedas harus melahap masakan pedas setiap hari waktu tinggal di rumah mertua setelah acara ngunduh mantu. Masakannya super enak, mak, tapi pedesnyaa kagak nahan. 😆
Aku yang makan cabe segigit aja, untuk ukuran cabe yang tidak terasa pedas, efeknya bisa (maaf) langsung bolak balik ke toilet beberapa kali dalam sehari. Nah ini, masakan mamah mertua ini pedesnya poll.. ada cabe ijo nya, ada cabe gendotnya, ah pokoknya setiap masakannya pake cabe hihi.. Kebayang dong efek yang terjadi padaku waktu itu?
yes, mules-mules setiap hari. Sampe minta dibeliin obat. Dan aku tak berani bilang bahwa aku tak bisa makan pedas. huhuuu..
Tapi, suamiku ternyata ngeuh. Dia tanya, dan baru disitu aku bisa bilang, "Masakan mamah enak banget, tapi perutku gak kuat, karena mungkin tak dibiasain sejak kecil. Masakan mamahku cenderung manis sih."
Dan mamah mertuaku yang perhatian pun besoknya selalu membuatkan sayur sop/sayur bening dan ayam goreng disamping masakan pedes.
Tapi, mak, sejak saat itu pula, aku suka makanan pedes. Masakan mamah mertuaku terlalu endes untuk dilewatkan. 😍😋 Meski kemudian harus selalu siap larutan penyegar sampe obat diare. hihii
------------
Fitri Purbasari
Eh gak cuma sehari deng..beberapa hari ya.. hehe.. bisa sejak dari siraman (kalo pake) sampai beberapa hari setelah ngunduh mantu, alias resepsi di rumah mertua. hehe..
Selalu dimanja dan diutamakan ya, mak.. apalagi soal makanan.
Disuguhi limpahan makanan.
Lalu kita, sang mantu, masih sangat malu-malu berada di rumah mertua.
Menerima apapun yang disuguhkan dan tetap berwajah sumringah. hehe..
Meski makanan yang disuguhkan diluar kebiasaannya. hihii..
Aiiih, pengalaman nih ye?? 😆 hihi.. iye, mak.
Ini pengalaman pertamaku makan masakan-masakan pedasnya mertua yang sangat endes. 😋
Aku yang tak terbiasa makan pedas harus melahap masakan pedas setiap hari waktu tinggal di rumah mertua setelah acara ngunduh mantu. Masakannya super enak, mak, tapi pedesnyaa kagak nahan. 😆
Aku yang makan cabe segigit aja, untuk ukuran cabe yang tidak terasa pedas, efeknya bisa (maaf) langsung bolak balik ke toilet beberapa kali dalam sehari. Nah ini, masakan mamah mertua ini pedesnya poll.. ada cabe ijo nya, ada cabe gendotnya, ah pokoknya setiap masakannya pake cabe hihi.. Kebayang dong efek yang terjadi padaku waktu itu?
yes, mules-mules setiap hari. Sampe minta dibeliin obat. Dan aku tak berani bilang bahwa aku tak bisa makan pedas. huhuuu..
Tapi, suamiku ternyata ngeuh. Dia tanya, dan baru disitu aku bisa bilang, "Masakan mamah enak banget, tapi perutku gak kuat, karena mungkin tak dibiasain sejak kecil. Masakan mamahku cenderung manis sih."
Dan mamah mertuaku yang perhatian pun besoknya selalu membuatkan sayur sop/sayur bening dan ayam goreng disamping masakan pedes.
Tapi, mak, sejak saat itu pula, aku suka makanan pedes. Masakan mamah mertuaku terlalu endes untuk dilewatkan. 😍😋 Meski kemudian harus selalu siap larutan penyegar sampe obat diare. hihii
------------
Fitri Purbasari
Selasa, 02 Oktober 2018
Ngikutin Umi
Umi: Ka, Umi udah nulis cerita loh. Mau tahu. Nih umi bacain ya..
Umi buka laptop dan baca cerita pendek Muharram Pertamaku yang dibuat dalam rangka One Week One Writing Kami Nulis.
Kakak nyimak sambil main sama Dedek.
Umi: bagus kan kak? Kakak juga nulis dong.
Lalu umi pun masuk kamar dan Membaca buku FBE di atas kasur.
Tak lama si Kakak menghampiri dengan menenteng buku tulis dan pensil kesayangannya.
Kakak: Mi, Kakak mau nulis cerita juga. Umi bantuin yaah.
Umi: ok.. (alhamdulillah bisik hati 😍)
Kakak pun menulis aneprok di lantai. Nulis sekalimat, dibaca, nulis lagi, baca, minta koreksi. Umi ingetin Kakak soal nasehat kak Fayanna yg ngisi workshop menulis 2 pekan lalu bahwa nulis itu bisa berdasarkan pengalaman.
Umi: misal kan itu Kakak bikin tentang puasa, tulis aja cerita pengalaman Kakak saat puasa, nah tinggal diganti tokoh sama tempatnya.
Kakak: Oia, mi. Yang waktu Kakak muntah itu yaa pas puasa Hari pertama.
Umi: naah, iya bener! Sip.
Kakak pun melanjutkan menulis cerpennya hingga selesai.
Umi: Sok nanti habis ngaji magrib, Ketik di laptop.
Kakak pun bersemangat Mandi, sholat lalu ngaji dan murojaah.
Kakak: mi, Kakak udah siap!
Umi: Okeh. 😊
Well, our children are good imitators!
Maka, kebaikan dan kebiasaan apapun yang ingin kita tumbuhkan di diri mereka, hendaknya dimulai dengan menumbuhkannya di diri kita sendiri.
Mau anak cinta Al Quran, maka orang tuanya harus dia lihat cinta Al Quran.
Mau anak rajin sholat, orang tua harus nampak antusias menyambut waktu sholat dan bersegera melakukannya.
Mau anak cinta baca, emak bapak harus hobi Membaca.
Mau anak semangat mengasah kemampuan menulisnya, maka emak/bapaknya pun harus rajin menulis terlebih dahulu.
Orang tua adalah teladan. 😉
#RafifaAishaMahera
#penuliscilik
#nuliscerpen
#fitrahbakat
#kakak6y9m
#anakpeniruulung
#likemotherlikedaughter
Umi buka laptop dan baca cerita pendek Muharram Pertamaku yang dibuat dalam rangka One Week One Writing Kami Nulis.
Kakak nyimak sambil main sama Dedek.
Umi: bagus kan kak? Kakak juga nulis dong.
Lalu umi pun masuk kamar dan Membaca buku FBE di atas kasur.
Tak lama si Kakak menghampiri dengan menenteng buku tulis dan pensil kesayangannya.
Kakak: Mi, Kakak mau nulis cerita juga. Umi bantuin yaah.
Umi: ok.. (alhamdulillah bisik hati 😍)
Kakak pun menulis aneprok di lantai. Nulis sekalimat, dibaca, nulis lagi, baca, minta koreksi. Umi ingetin Kakak soal nasehat kak Fayanna yg ngisi workshop menulis 2 pekan lalu bahwa nulis itu bisa berdasarkan pengalaman.
Umi: misal kan itu Kakak bikin tentang puasa, tulis aja cerita pengalaman Kakak saat puasa, nah tinggal diganti tokoh sama tempatnya.
Kakak: Oia, mi. Yang waktu Kakak muntah itu yaa pas puasa Hari pertama.
Umi: naah, iya bener! Sip.
Kakak pun melanjutkan menulis cerpennya hingga selesai.
Umi: Sok nanti habis ngaji magrib, Ketik di laptop.
Kakak pun bersemangat Mandi, sholat lalu ngaji dan murojaah.
Kakak: mi, Kakak udah siap!
Umi: Okeh. 😊
Well, our children are good imitators!
Maka, kebaikan dan kebiasaan apapun yang ingin kita tumbuhkan di diri mereka, hendaknya dimulai dengan menumbuhkannya di diri kita sendiri.
Mau anak cinta Al Quran, maka orang tuanya harus dia lihat cinta Al Quran.
Mau anak rajin sholat, orang tua harus nampak antusias menyambut waktu sholat dan bersegera melakukannya.
Mau anak cinta baca, emak bapak harus hobi Membaca.
Mau anak semangat mengasah kemampuan menulisnya, maka emak/bapaknya pun harus rajin menulis terlebih dahulu.
Orang tua adalah teladan. 😉
#RafifaAishaMahera
#penuliscilik
#nuliscerpen
#fitrahbakat
#kakak6y9m
#anakpeniruulung
#likemotherlikedaughter
Sabtu, 29 September 2018
Muharram Pertamaku
"Ayo segera tidur ya, Fayad sayang!", kata ibu sambil mengusap kepalaku. "Besok kita harus bangun sebelum subuh biar tidak ketingalan pesawat", sambung ibu. "Baik, Bu.".
Akupun segera membaca do'a dan memejamkan mata. Aku tak sabar ingin segera sampai di Indonesia. Bibiku akan menikah, jadi kami akan pulang ke Indonesia selama 10 hari.
Oh iya, kenalkan, Aku Fayad. Usiaku 6 tahun. Aku anak Indonesia yang tinggal di Jepang bersama Ibu dan ayahku.
Esok paginya, aku, ibu dan ayah sudah berada di bandara Kansai kota Osaka Jepang dan siap naik pesawat menuju Bandung, Indonesia.
Pesawat pun lepas landas. Aku senang sekali.
Setelah terbang dengan pesawat selama 7 jam, kami sampai di bandara Husein Sastranegara Bandung.
"Kakeek!", aku berlari mendekati kakek yang datang menjemputku. "Alhamdulillah, cucu kakek sudah datang. waah kamu sudah besar yaa", kata Kakek. Lalu kami naik mobil Kakek menuju ke kampung halaman kami di kota Ciamis.
Sore hari, kami sudah sampai di rumah Kakek. Semua keluarga besarku sudah berkumpul di rumah Kakek. "Fayad, ayo cepat kesini! Gurame goreng nya sudah menunggu nih!" panggil Nenek. Aku pun segera meluncur ke meja makan untuk menyantap makanan yang sudah disiapkan Nenek. "Lezatnya! Terima kasih, Nenek. Makanannya enak sekali", kataku.
Setelah mandi, aku bersiap ikut Kakek dan ayah ke masjid untuk sholat magrib.
Di masjid, aku senang sekali karena ternyata banyak anak-anak yang juga datang ke masjid. Setelah sholat magrib, aku berkenalan dan ikut mengaji bersama mereka. Lalu sambung sholat isya berjamaah.
Ketika mau pulang, aku heran karena anak-anak itu masih berkumpul bersama pak Ustadz. Lalu kuhampiri Adam, teman baruku. "Kalian sedang apa? Kok belum pulang?"
"Eh Fayad. Kami mau latihan dulu untuk lomba Muharam nanti", jawab Adam.
"Lomba Muharam? apa itu?"
"Dalam rangka memperingati tahun Baru Islam bulan Muharram ini, kami ikut lomba-lomba yang diadakan di kecamatan. Ada lomba adzan, lomba da'i cilik, lomba membaca Al Quran, menghafal Al Quran, lomba rebana, puisi, dan di malam tahun barunya ada pawai obor keliling desa. Kamu gak tahu ya?" Kata Adam.
"Nggak. Di Jepang aku belum pernah ikutan. Sepertinya seru, ya" Jawabku.
Tiba-tiba Kakek memanggilku. "Aku pulang dulu ya, Adam. Sampai ketemu besok."
Sesampainya di rumah, aku bertanya pada Kakek tentang perayaan bulan Muharram.
Kata Kakek, "Muharram adalah bulan pertama dari kalender Hijriyah atau penanggalan Islam. Muharram adalah bulan yang dimuliakan dan tidak boleh ada peperangan. Pada bulan ini, Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah. Bahkan Rasulullah SAW berpuasa pada tanggal 10 Muharram loh."
"Kenapa Rasul berpuasa?" tanyaku.
"Nah, pada zaman dahulu, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, Rasul melihat orang-orang Yahudi berpuasa. Beliau pun bertanya, "Hari apa ini? kenapa kalian berpuasa? Mereka menjawab, "Ini hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir'aun. Maka Musa berpuasa sebagai tanda syukur, kami juga ikut berpuasa"
Lalu Rasulullah pun bersabda, "Kami orang Islam lebih berhak dan lebih utama untuk menghormati Nabi Musa daripada kalian" Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Daud." Sejak saat itu Rasulullah menghimbau umat Islam untuk berpuasa tidak hanya pada tanggal 10 Muharram tapi juga tanggal 9 Muharram, agar tidak sama dengan kaum Yahudi. Dan tahu gak, keutamaan puasa ini adalah bisa menghapus dosa kita setahun yang lalu loh" kata Kakek.
"Oh, begitu ya, Kek! Aku juga nanti mau ikut puasa aah." aku bersemangat.
"Oia, kata Adam, akan ada perayaan ya dengan lomba-lomba dan pawai. Apa lagi sih keistimewaan bulan Muharram ini?"
"Bagi kita umat Islam, sebaiknya kita lebih berbahagia saat menyambut tahun baru Islam di bulan Muharram. Kita harus banyak beribadah dan bersyukur dengan datangnya tahun baru. Selain itu, Muharram juga adalah bulan yang istimewa. Banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Muharram, khususnya di tanggal 10, diantaranya adalah
Diciptakannya alam semesta oleh Allah SWT.
Diterimanya taubat Nabi Adam oleh Allah.
Berlabuhnya kapal Nabi Nuh setelah banjir besar.
Diselamatkannya Nabi Ibrahim dari api.
Keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan paus setelah Allah mengampuninya." kata Kakek.
"Eh, lagi asyik bercerita yaa" tiba-tiba ibu muncul. "Besok lagi yaa sekarang waktunya Fayad tidur."
"Kek, aku tidur dulu,ya.. Besok aku mau ikut Adam melihat latihan lomba." kataku sambil pergi menuju kamar.
Besoknya aku ikut Adam pergi ke madrasah untuk latihan persiapan lomba. Rupanya disana sudah ada pamanku sedang membuat sesuatu.
"Paman, sedang apa?" tanyaku kepada paman yang sedang memotong bambu.
"Eh ada Fayad. Paman sedang membuat obor untuk pawai 1 Muharram nanti malam. Kamu mau ikut?" kata paman.
"Wah asyik! mau dong!" sahutku senang.
Setelah sholat isya, aku dan teman-teman didampingi pak Ustadz dan para orang tua menyambut tahun baru Hijriyah dengan pawai obor keliling desa.
Seru sekali. Kami berjalan kaki dengan gembira, melantunkan kalimat takbir dan sholawat. Beberapa remaja masjid mengiringi dengan menabuh rebana.
Dua hari kemudian, lomba-lomba pun diadakan di aula kecamatan. Banyak sekali yang hadir. Dan aku ikut senang ketika melihat Adam, teman baruku itu menjadi juara 1 lomba adzan.
"Selamat ya, Adam. Kamu hebat sekali."
"Terima kasih, ya Fayad." kata Adam.
Setelah seminggu berlalu, tibalah hari pernikahan bibiku. Acaranya meriah sekali. Tim rebana yang ikut lomba Muharram di kecamatan, ikut ditampilkan di acara bibi. Semua orang tampak bahagia.
Tak terasa 10 hari berlalu. Aku dan orang tuaku harus kembali ke Jepang.
Aku sedih karena harus berpisah lagi dengan keluarga besarku juga dengan Adam, teman baruku. Tapi aku juga senang, karena aku mendapatkan pengalaman seru. Ini Muharram pertamaku yang istimewa! Aku takkan lupa untuk berpuasa sunnah tanggal 10 Muharram nanti. Aku akan menandainya di kalenderku sesampainya di Jepang. 😊
-------------------
Fitri Purbasari
19 Muharram 1440 H
Akupun segera membaca do'a dan memejamkan mata. Aku tak sabar ingin segera sampai di Indonesia. Bibiku akan menikah, jadi kami akan pulang ke Indonesia selama 10 hari.
Oh iya, kenalkan, Aku Fayad. Usiaku 6 tahun. Aku anak Indonesia yang tinggal di Jepang bersama Ibu dan ayahku.
Esok paginya, aku, ibu dan ayah sudah berada di bandara Kansai kota Osaka Jepang dan siap naik pesawat menuju Bandung, Indonesia.
Pesawat pun lepas landas. Aku senang sekali.
Setelah terbang dengan pesawat selama 7 jam, kami sampai di bandara Husein Sastranegara Bandung.
"Kakeek!", aku berlari mendekati kakek yang datang menjemputku. "Alhamdulillah, cucu kakek sudah datang. waah kamu sudah besar yaa", kata Kakek. Lalu kami naik mobil Kakek menuju ke kampung halaman kami di kota Ciamis.
Sore hari, kami sudah sampai di rumah Kakek. Semua keluarga besarku sudah berkumpul di rumah Kakek. "Fayad, ayo cepat kesini! Gurame goreng nya sudah menunggu nih!" panggil Nenek. Aku pun segera meluncur ke meja makan untuk menyantap makanan yang sudah disiapkan Nenek. "Lezatnya! Terima kasih, Nenek. Makanannya enak sekali", kataku.
Setelah mandi, aku bersiap ikut Kakek dan ayah ke masjid untuk sholat magrib.
Di masjid, aku senang sekali karena ternyata banyak anak-anak yang juga datang ke masjid. Setelah sholat magrib, aku berkenalan dan ikut mengaji bersama mereka. Lalu sambung sholat isya berjamaah.
Ketika mau pulang, aku heran karena anak-anak itu masih berkumpul bersama pak Ustadz. Lalu kuhampiri Adam, teman baruku. "Kalian sedang apa? Kok belum pulang?"
"Eh Fayad. Kami mau latihan dulu untuk lomba Muharam nanti", jawab Adam.
"Lomba Muharam? apa itu?"
"Dalam rangka memperingati tahun Baru Islam bulan Muharram ini, kami ikut lomba-lomba yang diadakan di kecamatan. Ada lomba adzan, lomba da'i cilik, lomba membaca Al Quran, menghafal Al Quran, lomba rebana, puisi, dan di malam tahun barunya ada pawai obor keliling desa. Kamu gak tahu ya?" Kata Adam.
"Nggak. Di Jepang aku belum pernah ikutan. Sepertinya seru, ya" Jawabku.
Tiba-tiba Kakek memanggilku. "Aku pulang dulu ya, Adam. Sampai ketemu besok."
Sesampainya di rumah, aku bertanya pada Kakek tentang perayaan bulan Muharram.
Kata Kakek, "Muharram adalah bulan pertama dari kalender Hijriyah atau penanggalan Islam. Muharram adalah bulan yang dimuliakan dan tidak boleh ada peperangan. Pada bulan ini, Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah. Bahkan Rasulullah SAW berpuasa pada tanggal 10 Muharram loh."
"Kenapa Rasul berpuasa?" tanyaku.
"Nah, pada zaman dahulu, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, Rasul melihat orang-orang Yahudi berpuasa. Beliau pun bertanya, "Hari apa ini? kenapa kalian berpuasa? Mereka menjawab, "Ini hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir'aun. Maka Musa berpuasa sebagai tanda syukur, kami juga ikut berpuasa"
Lalu Rasulullah pun bersabda, "Kami orang Islam lebih berhak dan lebih utama untuk menghormati Nabi Musa daripada kalian" Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Daud." Sejak saat itu Rasulullah menghimbau umat Islam untuk berpuasa tidak hanya pada tanggal 10 Muharram tapi juga tanggal 9 Muharram, agar tidak sama dengan kaum Yahudi. Dan tahu gak, keutamaan puasa ini adalah bisa menghapus dosa kita setahun yang lalu loh" kata Kakek.
"Oh, begitu ya, Kek! Aku juga nanti mau ikut puasa aah." aku bersemangat.
"Oia, kata Adam, akan ada perayaan ya dengan lomba-lomba dan pawai. Apa lagi sih keistimewaan bulan Muharram ini?"
"Bagi kita umat Islam, sebaiknya kita lebih berbahagia saat menyambut tahun baru Islam di bulan Muharram. Kita harus banyak beribadah dan bersyukur dengan datangnya tahun baru. Selain itu, Muharram juga adalah bulan yang istimewa. Banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Muharram, khususnya di tanggal 10, diantaranya adalah
Diciptakannya alam semesta oleh Allah SWT.
Diterimanya taubat Nabi Adam oleh Allah.
Berlabuhnya kapal Nabi Nuh setelah banjir besar.
Diselamatkannya Nabi Ibrahim dari api.
Keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan paus setelah Allah mengampuninya." kata Kakek.
"Eh, lagi asyik bercerita yaa" tiba-tiba ibu muncul. "Besok lagi yaa sekarang waktunya Fayad tidur."
"Kek, aku tidur dulu,ya.. Besok aku mau ikut Adam melihat latihan lomba." kataku sambil pergi menuju kamar.
Besoknya aku ikut Adam pergi ke madrasah untuk latihan persiapan lomba. Rupanya disana sudah ada pamanku sedang membuat sesuatu.
"Paman, sedang apa?" tanyaku kepada paman yang sedang memotong bambu.
"Eh ada Fayad. Paman sedang membuat obor untuk pawai 1 Muharram nanti malam. Kamu mau ikut?" kata paman.
"Wah asyik! mau dong!" sahutku senang.
Setelah sholat isya, aku dan teman-teman didampingi pak Ustadz dan para orang tua menyambut tahun baru Hijriyah dengan pawai obor keliling desa.
Seru sekali. Kami berjalan kaki dengan gembira, melantunkan kalimat takbir dan sholawat. Beberapa remaja masjid mengiringi dengan menabuh rebana.
Dua hari kemudian, lomba-lomba pun diadakan di aula kecamatan. Banyak sekali yang hadir. Dan aku ikut senang ketika melihat Adam, teman baruku itu menjadi juara 1 lomba adzan.
"Selamat ya, Adam. Kamu hebat sekali."
"Terima kasih, ya Fayad." kata Adam.
Setelah seminggu berlalu, tibalah hari pernikahan bibiku. Acaranya meriah sekali. Tim rebana yang ikut lomba Muharram di kecamatan, ikut ditampilkan di acara bibi. Semua orang tampak bahagia.
Tak terasa 10 hari berlalu. Aku dan orang tuaku harus kembali ke Jepang.
Aku sedih karena harus berpisah lagi dengan keluarga besarku juga dengan Adam, teman baruku. Tapi aku juga senang, karena aku mendapatkan pengalaman seru. Ini Muharram pertamaku yang istimewa! Aku takkan lupa untuk berpuasa sunnah tanggal 10 Muharram nanti. Aku akan menandainya di kalenderku sesampainya di Jepang. 😊
-------------------
Fitri Purbasari
19 Muharram 1440 H
Kamis, 20 September 2018
Be A Professional Author
Yes.. itulaaah haraapankuuuu..♪♪ Menjadi penulis profesional, yang sungguh-sungguh, istiqomah dan produktif menulis kebaikan. 😊 Menulis untuk pahala abadi.
Selama ini menulis hanya sekedar angan di pagi hari yang menguap di malam hari. Beneran menguap, lalu tidur. 😀 Nah, saat ini kembali tersadar di usia 33, yang katanya usia surga. Layakkah diri ini pulang ke surga? Mau bawa tiket apa kesana? oh... belum punya..😭
Maka, setelah menelisik kembali passion diri ini, kuputuskan untuk memulai langkah menempa diri bersama rekan-rekan di Kelas Minat Menulis tercinta ini.
Sudah tak boleh lagi leha-leha. Ini saatnya bangkit berdiri, eh menulis maksudnya..untuk menyemai benih-benih kebaikan. Karena kita tak pernah tahu kebaikan yang mana yang akan diterima Allah SWT. Itulah kalimat motivasi dari kakakku, Rieny Aniez. Kiss! 😍 Dan kita tak pernah tahu, di saat yang mana malaikat maut menjemput. Allah..semoga Allah menjaga niat ini dan memudahkan langkah menggapai kemuliaan melalui tulisan. Aamiin.
MasyaAllah, saya terpikat dengan program-program yang ditawarkan Tim KAMI Menulis. Saya harap teman-teman pengurus bisa tegas mendampingi kami hehee.. Cubit manja aja mak kalo ane malas-malasan. hihii.. Malu dah.. Allah dah kasih banyak potensi dan fasilitas, masa tak menghasilkan karya.. iya gak? piiis..
Bismillahirrohmaanirrohiim.. dengan ini saya, FITRI PURBASARI binti Toto Toyib, menyatakan SIAP ditempa di kelas KAMI Menulis Ibu Profesional Depok. 😎
Mohon bimbingan para cikgu..💖
Selama ini menulis hanya sekedar angan di pagi hari yang menguap di malam hari. Beneran menguap, lalu tidur. 😀 Nah, saat ini kembali tersadar di usia 33, yang katanya usia surga. Layakkah diri ini pulang ke surga? Mau bawa tiket apa kesana? oh... belum punya..😭
Maka, setelah menelisik kembali passion diri ini, kuputuskan untuk memulai langkah menempa diri bersama rekan-rekan di Kelas Minat Menulis tercinta ini.
Sudah tak boleh lagi leha-leha. Ini saatnya bangkit berdiri, eh menulis maksudnya..untuk menyemai benih-benih kebaikan. Karena kita tak pernah tahu kebaikan yang mana yang akan diterima Allah SWT. Itulah kalimat motivasi dari kakakku, Rieny Aniez. Kiss! 😍 Dan kita tak pernah tahu, di saat yang mana malaikat maut menjemput. Allah..semoga Allah menjaga niat ini dan memudahkan langkah menggapai kemuliaan melalui tulisan. Aamiin.
MasyaAllah, saya terpikat dengan program-program yang ditawarkan Tim KAMI Menulis. Saya harap teman-teman pengurus bisa tegas mendampingi kami hehee.. Cubit manja aja mak kalo ane malas-malasan. hihii.. Malu dah.. Allah dah kasih banyak potensi dan fasilitas, masa tak menghasilkan karya.. iya gak? piiis..
Bismillahirrohmaanirrohiim.. dengan ini saya, FITRI PURBASARI binti Toto Toyib, menyatakan SIAP ditempa di kelas KAMI Menulis Ibu Profesional Depok. 😎
Mohon bimbingan para cikgu..💖
Langganan:
Postingan (Atom)
Tambah Teman WA
Menambah teman menambah rezeki.. Bismillah. Jalin silaturahim, tak pernah rugi. Insyaallah.
-
Masyaallah makin takjub dengan fasilitas belajar yang disuguhkan di Bunda Cekatan ini. Dan sungguh para ibu profesional yang berbagi potl...
-
Melatih Kecerdasan, itu tema game di level ketiga kuliah Bunda Sayang kali ini. Game yang dilakukan berkaitan dengan family project yan...
-
Gambar diatas merupakan aliran rasa ter-Kece di level 2 perkuliahan Bunda Sayang ini. Isinya sungguh jujur ya. hehe.. menunjukkan segal...









