Jumat, 09 Agustus 2019

Gaya Belajar Laksana Kunci Pintu

  

Tulisan dalam gambar diatas adalah aliran rasa Ter-Aha! di level 4 yang menyajikan ilmu seputar Memahami Gaya Belajar Anak. Yes, saya setuju bahwa saat kita menemukan gaya belajar ananda, kita seperti menemuka kunci yang pas untuk pintu yang belum terbuka. Yang kemudian setelah terbuka, kita melihat di ruangan itu bnyak harta karun. MasyaAllah. Tentu agar harta karun itu bis ditemukan, perjuangan tak bisa dielakkan dari proses menemukan kuncinya. Barakallah mak Dian Widiyanti Putri yng telah meng-Aha! kami. 😁

Lapor! Di level ini, member kelas BunSay Depok 1 hanya 35 orang yang berhak mendapatkan badge dasar. Selebihnya sedang diuji banyak halangan. Tapi alhamdulillah belum ada yang harus meninggalkan kelas. Semua masih aman. Semoga aman selamanya ya mak.. 

Lalu, yang berhak atas badge You're Excellent (YE) ada 11 orang. Awalnya terjadi kekurangan hehe.. Kurang 2 telat dikalungi badge ini karen kelalaian fasil yang tidak mengecek ulang perolehan badge. Maafkeun! Semoga fasil lebih jeli di level selanjutnya. Dan untuk yang Outstanding Performers (OP) ada 5 orang. Selamaaaat yaa semuanyaa!! 
👑👑👑👑👑👑👑👑👑

Di Jum'at Hangat level ini kami dibagi kisah inspiratif dari Mak Afriza Hanifa. Beliau ternyata seorang penulis yang produktif. Sudh akrab dengan dunia kepenulisan sejak kecil. Kini sudah banyak karya tercipta, diantaranya buku 36 Kisah Inspiratif Ilmuwan Muslim, buku seri Anak Hebat Nabil Naura "Aku Sayang Ibuku", dan @berkisahairah di Instagram yang setiap hari membagikan kisah Nabi dan para sahabat mulia. So inspiring!! 🌸 Terimakasih kepada mak host Irma Margiana yang sudah meresume perbincangan dengan mak Afriza. 😉

Oia, ada lagi satu hal yang super istimewa yang terjadi di level ini. Apa tuh? Yaituuu, Ada seorang mahasiswi kece yang dengan bijak dan rendah hati namun penuh semangat mencintai IIP bertanya kepada saya selaku fasilnya tentang prosedur menyampaikan saran yang membangun di komunitas tercinta ini. Lalu saya sampaikan yang saya tahu. Beliau seorang yang memiliki background pendidikan brain science. Siapakah dia?? Yes, Mak Irnova Suryani, terapresiatif di level ini.
Saya sangat mengapresiasi mak dok Irnova yang berhiaskan semangat memajukan IIP memberi masukan ke pusat terkait gaya belajar yang teorinya sudah diuji dan tidak terbukti secara kinerja otak dalam sains otak. Beliau pun menyampaikan rekomendasi penggunaan gaya belajar untuk keperluan lain. Alhamdulillah langsung ditanggapi positif oleh founder IIP, Bu Septi Peni Wulandani. Ibu pun berharap ada update materi Bunda Sayang sehingga lebih relevan dengan pengetahuan terkini. Barakallah, mak dok! Mak-mak yang lain juga jngan sungkan yaa.. Mari jaga dan majukan IIP bersama-sama. 😊

Badge Teladan kita level ini diraih oleh mak Bhekti Setya Ningrum. Dan mak Hesti Paramita Sari adalah mak Teraktif, selalu aktif mengingatkan kita semua di kelas. Anda berduaaa so great! 😍

Apresiasi selanjutnya saya haturkan buat mak korlan bulan ini, mak Lelah Nur Badriyah yang super cekatan! Big love! Juga mak sekre Irine eh Dhahiri yang sedang sibuk-sibuknya tali tetap setia. Jugaa mak ketu kita mak Inayati yang selalu sigap meski jadwal padat merayap. Top! 
Apresiasi tertinggi untuk mak-mak Depok 1! 



Minggu, 07 Juli 2019

Jurnal Fasilitator Bunsay Level 3


Melatih Kecerdasan, itu tema game di level ketiga kuliah Bunda Sayang kali ini. Game yang dilakukan berkaitan dengan family project yang menstimulasi kecerdasan anak khususnya, karena ternyata kecerdasa orang tuanya pun, terutama sang ibu, ikut dilatih juga. Disadari atau tidak, Adversity quotient lah yang sepertinya menjadi jenis kecerdasan yang paling terlatih di masa level ini. Hehee.. Betul kan mak mak.. 

Ya, bagaimana tidak, banyak aliran rasa dari mak mak Depok 1 yang menyinggung soal tantangan yang sangat menantang, yaitu harus melakukan game melatih kecerdasan dalam family project di masa liburan Idul Fitri plus libur sekolah 😁. Tapi masyaAllah, hampir semua mahasiswi di kelas Depok 1 lulus mendapat Badge Dasar di level ini! Cerdas! Mantul! 40 orang dari 42 orang mahasiswi.
👏👏👏👏👏👏

Lalu dari 40 orang itu, ada 10 orang mendapat badge You're Excellent, dan hanya 2 orang yang paling konsisten menyetorkan jurnal game hariannya selama 17 hari berturut-turut. Mak Ifa Avianty dan Mak Cindyta Septiana berhak atas badge Outstanding Performance di level ini. 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Bukan hanya bagi para mahasiswi siih bahwa masa level ini spesial hehe..tapi bagi fasilnya juga. Selain dalam liburan, mak fasil repot mengurus pindahan rumah dari Depok ke kampung halaman di Ciamis. Packing barang yang tak ada habisnya hehe, bersih-bersih rumah sewa yang akan ditinggalkan, riungan perpisahan dengan beberapa grup, rasanya membuatku jarang komunikasi di grup kelas Depok 1. Meski alhamdulillah setiap kewajiban mah dapat ditunaikan. Mohon maaf yaa.. 🙏 Tapi saya selaku fasil sungguh bahagia karena bisa meet-up dengan para emak kece kelas bunsay b5 Depok 1 sebelum meluncur ke Ciamis. Makasiiih yaa.. 😍

Oia, ada yang sangat berkesan juga dari aliran rasa yang dikumpulkan kemarin. Gambar yang satu sangat kece karena sangat menggambarkan para emak melalui level 3 di masa liburan. Baguus kaaan? Yang satu lagi so sweet buatku hihiii 😄 (gambarnya menclok di pembukaan ya, mak 😁). Makasih yaa, mak dok. Dan aliran rasa mak Irnova ini terpilih menjadi aliran rasa ter-Kreatif.

Aliran rasa Mak Irnova

Di level ini hanya dilakukan satu jadwal Jum'at hngat karena jujur saja saya lupa mengingatkan grup. Maaf banget ya. Jadi yang tampil sebagai Narasumber hanya mak Diah Farida di Jum'at kedua. Beliau berbagi pengalamannya termasuk masa-masa menjadi ibu rumah tangga yang kembali berkarir di rumah setelah resign dari tempatnya bekerja di ranah publik. Host yang mendampinginya adalah Mak Ifa Avianty. So inspiring! 💞

Nah Mak Ifa ini terpilih sebagai Mahasiswi Teladan Depok 1 level 3. Beliau sungguh panutan. Lalu kategori terAktif disandang oleh mak Dhahiri Hagyar Siwi alias mak Irine, mak Sekre kece kami. Dan kategori mahasiswi terApresiatif adalah Mak Cindyta Septiana. Selamaaat!! Barakallah!! 🌻

Alhamdulillah level 3 bisa dilalui dengan baik. Mak mak Depok 1 memang keren. Selalu saling mendukung, mengisi kekosongan, termasuk saat korlan berhalangan saat bertugas. Selalu ada rekan lain yang sigap menggantikan tempat korlan memandu diskusi atau merapikan link. Korlan kami di level ini, yaitu mak Ameylia Natasya Siregar. Saluuut buat beliau, karena selain ibu dari 4 anak, beliau juga aktif di ranah publik, tapi selalu semangat dan sigap bertugas. Top! 😍 Saya menghaturkan apresiasi juga buat Mak ketua Inayati Noor yang selalu siaga dan mak Sekre Irine yang paling cekatan. Proud of you, ladies! 🌹 Tentu tak ketinggalan buat mak guardianku, mak Noni, yang walaupun sedang sibuk bolak balik check up Rumah Sakit, beliau selalu ceria semangat menyempatkan berbagi ilmu dan motivasi di kelas. Semoga mak selalu sehat yaa.. Dan terima kasiiih bnyak tak terhingga juga buat para emak Depok yang baiik hati nan mandiri serta suka saling menyemangati dan mengapresiasi.. Semoga lulus dengan bahagiaa yaa semuanya..🎓🎉

Sampai jumpa di level 4. Semoga semakin sukses. 😉










Jumat, 17 Mei 2019

Jurnal Fasilitator: Level 2 Melatih Kemandirian


Gambar diatas merupakan aliran rasa ter-Kece di level 2 perkuliahan Bunda Sayang ini. Isinya sungguh jujur ya. hehe.. menunjukkan segala rasa yang muncul selama menjalani tantangan melatih kemandirian. 

Well, itu salah satu kategori yang ada pada lembar apresiasi yang harus diisi seorang fasilitator di BunSay ini. Selain itu ada kategori-kategori lain yang sungguh sesuatu banget bagi fasil dalam memilihnya. Ada kategori mahasiswi teladan, mahasiswi aktif, dan mahasiswi terapresiatif. Saya pun sebagai fasil, meminta pendapat para perangkat kelas dalam memilihnya, terutama Ketua Kelas dan Sekretaris, sebagaimana arahan tim pusat. Alhamdulillah meski cukup lama menimbang, akhirnya nama-nama di tiap kategori itupun diumumkan. 




Alhamdulillah membaca setoran game para mahasiswa selalu membuatku kagum dan merasa kaya. Tapi ada yang agak kurang di level ini dibandingkan level kemarin. Mungkin karena bertepatan dengan awal Ramadhan, prioritas bertambah, jadi pengerjaan latihan kemandiriannya cukup lebih menantang. Ada satu orang yang meminta cuti khusus tidak mengerjakan game di level ini karena ingin fokus pada agenda Ramadhan keluarganya. Ada 2 orang yang tidak dapat menggenapi 10 hari sehingga tidak mendapat badge dasar di level ini. Jadi yang lulus mendapatkan badge dasar ada 39 orang. Yang mendapat badge You're Excellent ada 11 orang dan yang sangat konsisten nyetor hingga berhak atas badge Outstanding Performance hanya 4 orang. 

Saya pribadi jujur, di level 2 ini agak kurang rajin nengok wag dikarenakan sering kurang fit. Tapi alhamdulillah sistem di Depok 1 ini sudah berjalan sangat baik. Para perangkat kelas sungguh sangat baik kinerja dan kerjasamanya. Ditambah guardian yang baik hati dan kaya pengalaman serta ilmu sangat helpful mengisi kekurangan saya dalam memperkaya wawasan di kelas. Alhamdulillah.

Semoga level tiga, setelah libur lebaran nanti semangatnya makin berkobar. Semuanya diberi kesehatan dan kelancaran dalam setiap urusannya. Aamiin. 💗 


Depok, Mei 2019

Fitri Purbasari

Kamis, 25 April 2019

Jurnal Fasilitator B5: Komunikasi Produktif


Menjalani hari-hari sebagai fasilitator Bunda Sayang batch #5 sungguh pengalaman yang amat berharga. Di awali dengan materi level 1 yaitu Komunikasi Produktif, diri ini diliputi rasa syukur. Alhamdulillah bisa kembali me-recharge ilmu yang amazing ini bersama para perempuan keren di kelas Depok 1. Makin merasa kaya karena bisa membaca beragam pengalaman mereka dalam mempraktekkan ilmu KomPro bersama suami dan atau anak-anak mereka yang beragam usia. 

Di level ini, qadarullah, tidak sedikit dari member kelas termasuk saya diuji sakit yang ternyata bergantian juga dengan anggota keluarga kami masing-masing. Selain itu, ada juga yang sedang hamil muda dan perlu mengurangi kegiatannya termasuk interaksinya dengan gadget karena kondisi yang lemah. Tapi alhamdulillah pelaksanaan tantangan dan setorannya tetap lancar. Teman-teman saling mendukung dan menyemangati satu sama lain, terutama di peer group nya masing-masing. Special thanks to peer group coordinators yang telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan sangat baik. Dan tentu big thanks juga untuk koordinator bulanan 'perdana' yang sangat cekatan dan telaten, mak Hesti Paramita. Di kehamilannya yang sedang menunggu hari persalinan, mak korlan #1 sangat gercep alias bekerja dengan cepat dan efektif dalam mengurus administrasi dan memandu kegiatan. Pun saat hari lahiran tiba. Kami sampai terkejut saat dikabari beliau sudah melahirkan, padahal kemarinnya kami sedang menjalankan diskusi review. Hari selanjutnya pun beliau segera menuntaskan resume diskusi review, yang merupakan tugas terakhirnya sebagai korlan level #1. Masyaallah..tabarakallah. 💖

Semua perangkat kelas, ketua dan sekretaris beserta member perangkat kelas yang lain sangat kooperatif dan terasa sekali semangat berlomba dalam kebaikan. Saling back-up saat yang lain berhalangan atau menemui kendala dalam melakukan tugasnya. TOP deh!
Saya pun sebagai fasilitator, bersyukur memiliki guardian fasil yang sangat hebat, yaitu mak Supriyanti Budiani alias mak Noni. Selalu siap back-up dengan segala ilmu dan pengalamannya yang segudang. Big Hug, sist! 😍

Alhamdulillah berkat sinergi yang super keren ini, di level ini di kelas Depok 1 ada 40 orang (dari 42 mahasiswa) yang mendapat badge dasar. Semoga di level selanjutnya bisa semuanya dapat yaa.

Selain perkuliahan dan membahas tantangan, ada sesi Jum'at Hangat yang menyemarakkan suasana di kelas. Sesi ini untuk saling berkenalan lebih dekat antar member kelas Bunda Sayang. Di level ini ada 2 sesi, diisi oleh 2 orang. Di Jum'at pertama, kami berkenalan dengan mak Ameylia N. Siregar. Beliau emak muda keren dengan 4 anak. Hobinya seputar keuangan syariah dan sekarang bekerja sampingan sebagai sharia financial advisor. Di Jum'at kedua, sesi Jum'at hangat diisi oleh mak ASN kece yang sedang merantau mendampingi suami belajar di Australia. Beliau juga seorang penulis yang produktif di bidang parenting. Beliau adalah mak Athiah Listyowati.

Secara umum alhamdulillah perkuliahan di level #1 berjalan lancar. Semua mahasiswi sangat merasakan efek dari Tantangan 10 hari Komunikasi Produktif. Slow but sure semuanya merubah pola komunikasi menjadi lebih baik. Saya pun demikian, lebih memaknai lagi komunikasi harian yang sudah jarang dicatat hehe. Disinilah makna "memfasil itu mengikat ilmu". Yes, kita sama-sama belajar (lagi). 

Namun saya sangat menyadari bahwa banyak kekurangan dalam diri saya dalam melayani dan menjawab berbagai pertanyaan dan curhatan teman-teman mahasiswi. Oleh karena itu, saya selalu memohon kekuatan dan kemudahan kepada Allah Yang Maha Tahu segala sesuatu termasuk untuk mengemukakan solusi terbaik yang dtanyakan kepada saya. Saya bertekad untuk selalu mendawamkan ibadah tahajud agar Allah SWT selalu membimbing saya mengemban tugas ini, agar hati dan langkah selalu terpelihara dalam ridhoNya. Agar setiap kata-kata bisa saya sampaikan dengan hati yang tulus dan membekas di hati-hati mereka sehingga menjadi amal jariyah yang sangat bermanfaat untukku, untuk orang tuaku, dan untuk guru-guruku. Selain itu, menjaga kesehatan diri dan keluarga tentu harus menjadi prioritas agar semua amanah bisa dijalankan dengan optimal. Manajemen waktu tetap terus dilakukan dengan baik. 

Semoga perjalanan sebagai fasilitator ini membuahkan ridho Allah atas keberkahan, keselamatan dan kebahagiaan hidup kami semua. Amiin yaa Mujiib. 💖


Depok, April 2019
Fitri Purbasari

#JurnalFasilitator
#Bunsay5
#KomunikasiProduktif
#IbuProfesional


Rabu, 27 Februari 2019

Day #6 Menulis Bebas

What is Your Hobby?



Hello, I'm Aisha. My hobby is drawing. I do it every afternoon.

This is my mother. Her hobby is reading. She loves reading big books.

That is my father. His hobby is bicycling. He does it every Sunday.

That is my sister. Her hobby is gardening. Look! Her flowers are beautiful.

That is my brother. His hobby is swimming. He goes swimming with his friends every Tuesday.

That is my grandma. Cooking is her hobby. She is a super chef in my family.

That is my grandpa. Storytelling is his hobby. We like to listen to his stories every saturday night.

What about you?
What is your hobby?


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Mini Quiz
Match the person with his/her hobby!
Mother . Father. Brother. Sister . Grandpa . Grandma

Bicycling .  Cooking.   Gardening .reading .  Swimming.  Storytelling



By Fitri Purbasari
27/02/2019

Rabu, 06 Februari 2019

Fitri Purbasari_NHW1_UpgradingFasilB5

Motivasi & Komitmen 
Menjadi Fasilitator Bunda Sayang Batch #5

Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mendapat kursi di kelas Upgrading Facilitator Batch #5 Institut Ibu Profesional awal tahun ini. Materi pertama adalah Achievement Motivation Training. Saya diingatkan kembali tentang pentingnya Motivasi alias Niat pada permulaan setiap pergerakan. Dan setelah itu harus ada Komitmen agar pergerakan itu terus berjalan on the track.

Hmmh, dengan tugas pada materi #1 ini, saya berusaha menegaskan dan akan mengikat Motivasi saya saat memutuskan melamar menjadi fasilitator Bunda Sayang batch #5. Motivasi saya adalah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muslim tentang amal yang tak akan terputus meskipun nyawa sudah berpisah dari jasad.


Yup, saya sangat berharap ilmu-ilmu bermanfaat yang disebar melalui tangan saya sebagai  fasilitator bisa menjadi amal-amal ajaib yang pahalanya akan terus mengalir melintasi dimensi. Pahala yang akan terus saya nikmati dan saya bawa hingga menemui Sang Pencipta. Aamiin yaa Rabbal'alamiin.

Selain itu, ada satu lagi sabda Rasulullah SAW yang memotivasi diri ini dalam mengambil pekerjaan yang sifatnya memfasilitasi, khususnya dalam bidang edukasi. Yaitu "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. Hadits itu diriwayatkan oleh Muslim. 


Bisa kita bayangkan pahala yang multilevel, kan. MasyaAllah.. sungguh investasi yang menguntungkan.

Yang Tak Kalah pentingnya, alasan saya ingin menjadi fasilitator Bunda Sayang adalah dalam rangka meremedial diri sendiri dengan ilmu dan prakteknya. Saya percaya bahwa dengan mengajar Kita pasti Akan selalu belajar.

Nah, untuk mendapatkan segala potensi kebaikan jangka panjang sesuai yang diharapkan, tentunya saya harus membangun komitmen dan memelihara semangat memperjuangkannya.

Berikut beberapa komitmen yang harus saya pegang agar amanah sebagai fasilitator dapat dijalankan dengan baik.

  • Disiplin waktu dengan mentaati daily schedule yang sudah dibuat dengan penuh semangat.
  • Disiplin tilawah 1 juz di awal Hari. 
  • Mengutamakan ridho suami.
  • Tidak menunda-nunda pekerjaan, baik pekerjaan domestik maupun publik sebagai fasilitator IIP & amanah lainnya. Mencicil setiap tugas dengan serius.
  • Selalu berkonsultasi dengan Tim fasilitator jika Ada permasalahan seputar perkuliahan, peserta perkuliahan, atau Ada masalah Tak terduga. 
  • Selalu memperbaharui niat agar tetap lurus dengan menyimak kajian ulama ataupun Motivasi dari founder IIP. 
Semoga Allah menolong saya dalam memelihara niat dan menjalankan amanah dengan baik.

Salam Semangat!
Fitri Purbasari - Depok


Sumber Gambar:
www.google.com

Sabtu, 24 November 2018

Ibu Guru

Ibu Guru

Anda ibu guru?
Tentu saja! Seorang ibu adalah guru utama dan pertama bagi anak-anaknya. Setuju kan, mom?!
Tapi, seringkali kita terjebak pada mindset bahwa menjadi guru bagi anak itu adalah bertugas dengan mengulang pelajaran sekolahnya. Apalagi saat mau musim ujian seperti sekarang. Kerasa banget kan ya jadi gurunya. Kaya tinggal pake seragam aja rasanya.. apalagi yang pernah mengajar di sekolah formal. hhihi.


Tidak Ada yang salah dengan itu, ya mom. Tapi kita semestinya melakukannya dengan lebih mendalam dan memaknai setiap isi silabus/poin materi yang dipelajari. Ada banyak nilai yang bisa berguna bagi anak dan fakta serta ilmu yang bisa membuat anak berbinar dan bersinar matanya. Cieee.. 😁 Selebihnya menjadi guru bagi anak itu sangatlah luas dimensinya. Ibu adalah guru dalam seluruh lini kehidupan anak. Guru mengajarkan tauhid dan meneladankan segala kebaikan. Semua yang dilihat, didengar, dan dirasa bersama bisa menjadi bahan ajar untuk mengenalkan Sang Pencipta dan ilmu-ilmu lainnya. Seorang ibu adalah guru sepanjang masa.

Menjadi ibu perlu banyak ilmu, khususnya dalam menjalankan peran sebagai guru di waktu belajar anak. Yang Paling utama adalah ilmu penguasaan diri. Hihii yaa.. let's say pengendalian emosi ya. Bener gak? 😄 Perlu latihan olah nafas, senyum tiga senti (simetris yaa 😊), keterampilan menunggu, memberi clue. Apa lagi coba? 😀 Oh iya, Cara ngeles yang baik dan benar jika ada pertanyaan anak yang kodenya belum tersimpan di otak kita. 😆 Nah perlu strategi juga untuk sama-sama menjari jawaban atas pertanyaan itu yaa, jangan lepas tanggung jawab. 😅 Dengan bekerja cerdas dan ikhlas, InsyaAllah Kita akan dikenang sebagai guru yang baik hati dan menyenangkan! 😍

Selamat Hari Guru!
Kita semua hebat 🌹

Special thanks to my parents, my husband, my kids, my family, my best friends, my partners, and all teachers I have.
Barakallahu fiikum 💐


Depok, 25 November 2018

Tambah Teman WA

  Menambah teman menambah rezeki.. Bismillah. Jalin silaturahim, tak pernah rugi. Insyaallah.