Sabtu, 19 Oktober 2019

Taqarrub Itu Kunci

Taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah Sang Pemilik hati.

Astaghfirullah, rasanya episode taqarrub setelah menikah dan mempunyai dua anak cenderung menurun, baik dalam hal kuantitas ibadah maupun kualitasnya. Entah apa karena diri yang belum ajeg ya..padahal di episode menjadi ibu ini begitu banyak liku dan jiwa raga yang harus diurus. Harusnya lebih mendekat kelada Allab, karena pertolongan yang kita butuhkan semakin banyak.

Dulu semasa lajang, tahajjud hampir selalu setiap hari, dzikir almatsurat hamlir tak lernah terlewat 2x sehari. Tapi kini, rasanya jauh sekali. Lalai sekali. Astaghfirullah. Tapi saya sadar banget kedua amal sholeh utama itu sangat besar artinya bagi kelancaran kehidupan saya. Maka, kini upaya meninggikan kembali intensitas kedua ibadah itu semakin gencar meski tertatih.

Alhamdulillah, meski PR saya dengan yang du itu berat, amal sholeh lain ada yang masih dengan mudah dilakukan, yaitu sedekah dan berkiprah di bidang edukasi anak-anak lingkungan sekitar. Saya buka rumah baca dan rumah tahfidz di rumah orang tua saya yang kini saya tempati. Itu semua saya lakukan sebagai wujud bakti kepada orangtua dan para leluhur saya juga guru-guru saya. Semoga Allah meridhoi jalan ini. Oia, kiprah saya ini adalah berkat feeling, ilham, dari Allah yang menggerakkan hati saya untuk balik kampung dari perantauan dan memulai kiprah di tanah leluhur. Karena sebenarnya sudah sejak lama saya ingin melakukannya.. Bahkan cita-cita sarjana membangun desa sudah sejak masih kuliah S1 muncul di hati dan benak saya. Itu hampir 12 th yang lalu.

The Calling itu semakin kuat saat saya membuka rumah baca di perantauan, yaitu kota Depok. Sebelumnya saya pun aktif menuntut ilmu di berbagai komunitas dan forum juga pernah membina ibu-ibu dan anak-anak sekitar tempat tinggal. Saat itu gelisah hati ketika menyaksikan kenyataan "di daerahku jarang banget komunitas atau forum edukatif seperti di Depok ini". Maka akhirnya saya pun menyambut panggilan hati itu. Saya curhat kepada suami dan meminta izin kepadanya untuk tinggal dan berbakti di kampung halaman. Melingkar mekar berawal dari keluarga kecil kami.

Sampai saat ini, dalam mengelola apapun, saga selalu meminta petunjuk Allah. Dan kerasa yaa, ada feeling-feeling spesial saat Allah meridhoi satu hal dan tidak pada hal lain..jug tentang timing, strategi, dll. Masyaallah.

Dan tentu, penjagaan diri dari maksiat sekecil apapun itu juga utama. Bertaubat dan meminta maaf saat diri khilaf, khususnya kepada suami, anak dan orang tua tak lagi diganggu rasa gengsi. Pokoknya semua atas dasar melakukan apa yang Allah sukai.

Sekian curhatan saya tentang taqarrub. 😊

Kalang Kabut

Hati hampa kalang kabut
Benak kusut kalang kabut
Raga loyo kalang kabut
Jiwa tertatih kalang kabut

Kalang kabut
Semua kalang kabut
Kalang kabut
Tolong..
Hempaskan kalang kabut
Jernih..jernihkan
Hitung..hitung lafadznya
Siram..sirami dengan namaNya
Sebelum gelap
Sebelum pandangan hilang

Kalang kabut
Sirna bersama cahaya

Ciamis, 18/09/2019
Fitri Purbasari

#puisiffb
#feminitasbunda
#materi1

Sabtu, 05 Oktober 2019

Jurnal Level 6 Bunsay #5 Fasil Depok 1

(https://blogs.africanmathsinitiative.net/intern-cabrine/)

Kini sampai di penghujung semester 1 kelas Bunda Sayang batch 5. Di kelas Depok 1 sungguh terasa beratnya perpisahan karena kabarnya akan ada rotasi fasilitator. Tetapi alhamdulillah meski begitu, level 6 yang menyajikan materi tentang Stimulasi Kecerdasan Matematis-Logis mampu membuat semangat pengerjaan game terasa sangat meningkat. Ini terbukti dengan meningkatnya perolehan badge dasar di level ini dibandingkan level lalu. Juga dikuatkan dengan pendapat beberapa mahasiswa yang curhat mengutarakan bahwa mereka on fire lagi dengan suntikan materi ini. Alhamdulillah. Level lalu mahasiswa yang berhak atas badge dasar hanya 31 orang dari 40 mahasiswa. Level sekarang bertambah menjadi 36 orang. Untuk badge You're Excellent pun bertambah 2 orang di level ini, menjadi 10 orang. Yang berhak mendapat badge Outstanding Performance ada 4 orang, bertambah 1 orang dari level 5.

Semua peningkatan ini tak lepas dari kinerja para perangkat kelas yang super cekatan, supportif, helpful dan baik hati serta pengertian. hehe.. Betul, mak! Kelas Depok 1 ini sungguh kelas yang sangat mandiri dan proaktif. Sistem kerjasamanya sudah terbangun dengan apik. Para mahasiswi sudah melakukan CoC Ibu Profesional dengan sangat baik. Semangat berbagi dan melayani sungguh kental. Barakallahu fiikum. I'm so proud become part of this amazing class! Khususnya di level ini, korlannya mendapat kendala yang sangat berarti sehingga tidak mampu mengemban tugas dengan tuntas. Dan dengan itikad baik dan semangat ibu profesional, para perangkat yang cekatan dan baik hati secara sukarela membantu mem-backup dengan membuatkan resume-resume diskusi dan menghandle jalannya diskusi. You are all awesome!! Semoga Allah membalas kebaikan mak-mak sekalian.

Kategori mahasiswi teladan layak diberikan kepada beberapa orang sih sebenarnya. Begitu pula kategori mahasiswi aktif dan apresiatif. Banyak yang sangat kontributif. Terima kasih banyak. Ini bantuan yang luar biasa bagi saya pribadi sebagai fasilitator. Namun, sebagai fasil saya harus memilih 1 orang untuk masing-masing kategori: Mak Deasi Natalia sebagai Mahasiswi Teladan, Mak Dwi Novita Yeni sebagai Mahasiswi terApresiatif, Mak Diah Denia sebagai Mahasiswi terAktif, dan aliran rasa punya Mak Elsa Murdiana sebagai yang terInspiratif.

Kelas Depok 1 ini awalnya berjumlah 42 mahasiswi. Di level 5 ada 2 orang yang tidak melanjutkan ke level 6 karena telah bolong badge dasar 3x berturut-turut, yaitu Mak Astina Atikah dan Mak Dini. Kami sangat kehilangan. Beliau berdua sedang sangat sibuk, khususnya mak Dini, sedang berada pada peralihan tempat bekerja yang jaraknya jauh dari rumah. Kata beliau energinya sedang terkuras, jadi dengan berat hati tidak bisa mengikuti setoran game yang berlangsung. Lalu di level 6 ini ada 1 lagi mahasiswi yang tidak bisa lanjut ke level 7, karena juga telah bolong badge 3x berturut-turut. Beliau adalah mak Dezetty Monika. Semoga mak-mak sekalian selalu dilindungi Allah dan dimudahkan urusannya ya.. Semoga bisa jumpa lagi di lain kesempatan.

Nah, di level ini pun, sekretaris melaporkan ada 2 orang yang berkategori lampu kuning soal perolehan badge dasar. Semua perangkat kelas diminta bersinergi untuk meningkatkan ikatan di dalam kelas agar semua bisa lulus bersama. Semoga Allah mudahkan.

Seperti yang saya singgung di atas bahwa level Matematis-Logis ini seolah menjadi booster di tengah perkuliahan BunSay. Betapa tidak, banyak yang tercerahkan dan menjadi berbinar saat dipaparkan bahwa "Math is Around Us". Benar! Banyak moment Aha! tersingkap di keseharian kami melalui game level ini. Saya pun yang ikut membaca setoran mereka ikut berwow-wow! "ooh..oohh" kebagian juga moment Aha! nya. Alhamdulillah. Semoga ini termasuk menjadi gerakan massive yang mengentaskan momok terhadap pelajaran Matematika generasi Indonesia. Semoga dengan melek makna melek logika matematis, banyak karya positif yang tercipta dari anak bangsa Indonesia. Amiin.

Sekian laporan saya tentang suasana level 6 di kelas Bunda Sayang Depok 1.
Semoga jika rotasi Fasil nyata adanya, kami bisa terus keep in touch. InsyaAllah tersambung terus dalam ukhuwah. Amiin.

Minggu, 22 September 2019

Fun Storytelling

(sumber: dreamstime.com)

Apa Itu Storytelling?
Storytelling alias bercerita menurut KBBI adalah menuturkan cerita yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal peristiwa, kejadian, dan sebagainya baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka. Setiap manusia pada dasarnya suka bercerita. Kita tidak bisa lepas dari bercerita, iya kan? Namun tentu tujuan bercerita bisa berbeda-beda. Nah disini saya akan berbagi tentang “Bercerita/Storytelling kepada Anak”.
Maksay, hehe.. gapapa ya saya manggil ibu-ibu disini dengan panggilan itu. Biar lebih akrab gitu, yak! Hehe.
Well, maksay. Saya yakin diantara kita sudah banyak yang telah mempraktekkan storytelling kepada anak-anak, minimal anak sendiri, ya. Dalam penyampaiannya kita seringkali menggunakan beberapa media dalam bercerita, bisa berupa/bersumber dari video, buku, boneka, benda-benda sekitar, dll. Selain itu juga, kita melibatkan intonasi suara yang bermacam-macam. Pernah, kan, mak?
Kerasa kan ya manfaatnya?
Apa Saja Manfaat Storytelling?
Berikut ada beberapa manfaat yang saya kutip dari beberapa sumber, yang alhamdulillah saya juga merasakannya.
Menurut Hibana (dalam Kusmiadi, 2008), manfaat dari kegiatan storytelling alias bercerita dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
1.      Manfaat Untuk Pencerita:
a.    Mengembangkan daya pikir dan imajinasi.
Bagi kita ataupun anak, storytelling akan membuat kecerdasan dan kreativitas meningkat. Bagaimana tidak, sebagai pencerita terutama bila memakai sumber pengalaman, kita mesti meramu cerita itu agar isinya lebih bernilai atau bermakna sekaligus asyik. Kita mesti kreatif.
b.    Mengembangkan kemampuan berbicara.
Bercerita dengan ekspresi, gaya, intonasi dan gesture yang beragam tentu akan membuat speaking skill kita terasah.
c.    Mengembangkan daya sosialisasi.
Kemampuan kita membaca audience bisa terlatih. Kita akan tahu ekspresi audience yang sangat antusias dengan topik cerita yang kita bawakan ataupun yang sebaliknya. Kita akan lebih peka melihat respon mereka dan semakin lama berinteraksi via storytelling, khususnya dengan anak, kita akan tahu cerita-cerita seperti apa yang mereka minati.
d.    Sebagai sarana komunikasi.
Ketik kita menasehati anak dengan gaya satu arah sebagai orang dewasa, seringkali respon yang terlihat dari anak tidak membuat kita lega. Hehe.. Nasehat kita sepertinya gak didengar. Tapi akan berbeda jika nasehat itu disisipkan lewat storytelling. Emosi dan fokus anak akan digiring ke arah nilai yang ingin kita tanamkan dengan suasana yang nyaman buat dia. Dsinilah anak dinasehati tanpa merasa didikte.
e.    Media pembelajaran
Mengajarkan anak tentang apapun bisa dengan storytelling. Misal akan mengenalkan anak tentang pembagian dalam matematika. Kita bisa mengajarkannya dengan media cerita. Kalau kita tak punya buku cerita yang isinya tentang pembagian, ya bikin cerita karangan saja. Tokohnya bisa anak kita. Insyaallah ceritanya akan lebih bermakna.
f.     Mengembangkan daya ingat.
Nah ini, penting banget yaa kalau bagi orang tua seperti kita agar menjaga kesehatan ingatan. Hehee.. Maksudnya agar kita tak mudah pikun kelak. Otak kita mesti sering dipakai hehe. Berpikir merangkai cerita dan menceritakannya serta menyambungkan cerita yang lama dengan yang baru. Hehe. Karena mak, bisa jadi loh, saat kita mengarang sebuah cerita di hari #1, besoknya anak akan meminta kelanjutannya. Otomatis kita mesti ingat tokoh-tokoh di cerita sebelumnya dan mereka ngapain ajah. Anak akan sangat mengingatnya loh! Kalau kita lupa, bisa jadi anak protes! “Bukan gitu, Mi!” Hahaha! Makanya penting untuk menuliskan cerita hasil karangan kita ya, Mak! Catet! (*pengalaman cerita Si Ikan Mas. Haha!)

2.      Manfaat Untuk Pendengar:
a.    Mengembangkan fantasi, empati dan berbagai jenis perasaan lain.
Ketika kita menyampaikan sebuah storytelling untuk anak, pada saat itu aktivitas emosional otak anak akan memproses “olah rasa”. Sehingga, pesan dan nilai moral yang diceritakan akan melatih rasa empati anak. Jadi anak dapat memahami dan mengenal emosi pada dirinya dan orang lain.
Selain itu, anak akan membayangkan wujud tokoh, tempat dan situasi dari cerita yang disimaknya.
b.    Menumbuhkan minat baca.
Ketika kita melakukan storytelling dengan media buku. Anak akan tergerak untuk berinteraksi dengan buku tersebut, ya minimalnya mau memegangnya, kemudian “kepo”. Teknik storyreading dengan menunjuk (minimalnya) ke kata-kata yang besar (judul) saat kita bercerita, lama-lama anak akan bisa membaca kata-kata itu karena sering melihatnya. Semakin sering, semakin banyak kata yang akrab dengan anak. Then, kita akan terkaget senang saat tiba-tiba anak kita sudah bisa membaca bahkan menulis dengan sendirinya. Dia akan senang membaca. Anak akan keranjingan buku! MasyaAllah.
c.    Membangun kedekatan dan keharmonisan.
Ikatan antara orang tua dan anak akan sangat bisa dibangun melalui ikhtiar storytelling. Saat anak melihat orang tuanya bersedia meluangkan waktu untuk mereka sebelum tidur, minimalnya, anak akan sangat merasa dicintai. Momen berharga seperti ini akan sangat berguna untuk kekokohan diri anak. Kita sebagai orang tua pun tentu akan merasakan kebahagiaan saat anak antusias menyambut kita bercerita. Berawal dari storytelling, anak akan nyaman bercerita pada kita tentang apapun. Ini modal keharmonisan keluarga yang sangat berharga.
d.    Media pembelajaran. 
Yes seperti disinggung di bagian 1, anak akan belajar dengan fun melalui storytelling. Ada konteks yang menggambarkan konsep ilmu atau nilai yang sedang dipelajari. Bermakna!

Bagaimana Agar Storytelling Menyenangkan?

Perlu diingat bahwa khususnya anak usia dini memiliki rentang konsentrasi yang tidak lama, maka kita harus memperhatikan cara-cara agar Anak betah menyimak cerita kita. Berikut ada beberapa tips untuk menciptakan Fun Storytelling.
ΓΌ  Jadwalkan sesi bercerita setiap hari dimana saat itu adalah waktu yang nyaman buat anak. Misal di waktu anak menjelang tidur, baik tidur siang ataupun tidur malam.
ΓΌ  Pilih cerita yang temanya “gue banget” buat anak. Baik dari sisi kesukaan ataupun tokohnya. Sesuaikan juga dengan tahapan perkembangan usianya.
ΓΌ  Sesuaikan durasi dengan kondisi anak. Jika anak masih ON mungkin kita bisa bercerita berbuku-buku, tapi ketika anak sudah nampak lelah, secukupnya saja.
ΓΌ  Gunakan berbagai media, misal buku, gambar, boneka, benda yang ada di sekitar, dll. Bisa menggunakan satu tokoh untuk membawakan cerita buat anak, misal boneka burung hud hud favoritnya. Biarkan hud hud yang membuka sesi cerita. Bisa juga ganti boneka pencerita setiap beberapa waktu.
ΓΌ  Berceritalah dengan ekspresif. Perhatikan kontak mata. Bisa bersuara berbeda di setiap karakter kisah yang diceritakan ataupun ekpresi muka yang beragam dan gesture yang seru. Ajak anak untuk menjawab pertanyaan agar lebih tertarik dan masuk dalam alur cerita yang diberikan
ΓΌ  Jangan malu berekspresi lebay saat bercerita. Bikin dramatisasi cerita. Anak akan sangat menyukainya.
ΓΌ  Jangan sampai bosan untuk bercerita pada anak, meskipun kita mengantuk dan malas. Usahakan untuk menjadikan storytelling sebuah rutinitas yang menyenangkan untuk anak. Ulang cerita yang pernah diberikan dan pancing anak untuk meneruskan sebagian ceritanya atau biarkan anak membuat cerita kelanjutannya sendiri. Kegiatan ini dapat memacu daya ingat anak.
ΓΌ  Sesekali bisa minta Anak yang bercerita dan emak bapa dan kakak menjadi audience yang ekspresif bahkan sangat ekspresif. Hihiii.. Rasakan kehangatannya!

Sekian dulu ya... Semoga bermanfaat!
Have Fun!!


Referensi:


Ciamis, September 2019
FITRI PURBASARI

Jumat, 06 September 2019

Jurnal Fitri Fasilitator Bunsay Level #5

Mendekati akhir semester pertama perkuliahan Bunda Sayang, materi yang disajikan semakin menggigit, semakin greget. Di Level 5 dengan judul materi Menstimulasi Anak Suka Membaca banyak bertebaran kegiatan yang menginspirasi yang dibagikan oleh para peserta kelas melalui tantangan 10 hari. Masyaallah. Oh iya, ada satu hal juga yang sangat disyukuri di kelas ini, khususnya bagi para perangkat kelas, terkhusus lagi bagi Koordinator Bulanan. Apa tuh? Yes, Mak Asri Shaliha telah berkontribusi membuat tabel rekap setoran tantangan menjadi otomatis. Kategori perolehan badge menjadi otomatis melabeli setiap nama penyetor sesuai jumlah setorannya. Mak Fasil yang gaptek ini amazed banget. Jazakumullah ya, mak Asri Shaliha. Semoga bisa diforward ilmunya ke pusat. Nah, atas kontribusinya ini, Mak Asri Shaliha dianugerahi predikat Mahasiswi Apresiatif. Beliau layak diapresiasi! Semangat untuk Berbagi dan Melayani! πŸ’–

Namun di level ini terjadi penurunan jumlah mahasiswi yang berhak mendapatkan badge dasar, yaitu 31 orang. Peraih badge You're Excellent ada 8 orang. Dan mahasiswi yang mendapat badge Outstanding Performance hanya 3 orang: Afriza Hanifa, Elsa Murdiana, dan Ifa Avianty. Selamat!!

Di level ini, ada 11 mahasiswi yang tidak lolos. Ada dua orang yang cuti lahiran, minta izin masa pemulihan dulu, mereka berharap bisa on fire lagi di level depan. Lalu ada satu orang yang belum bisa mengatur waktu karena kehabisan energi saat sudah di rumah, dikarenakan pindah kerja dengan perjalanan yang cukup melelahkan. Ada satu orang juga yang izin lewat dulu di level ini karena sedang pemulihan pasca rawat inap di kehamilannya yang sekarang. Selain itu, ada dua orang yang berniat cuti karena sedang ada prioritas tantangan lain yang menyita waktu dan energinya. Selebihnya tak ada informasi.

Mahasiswa Depok ini cukup solid. Khususnya perangkat kelasnya, mereka sangat suportif. Dan yang paling aktif adalah Mak Hesti Paramita Sari. Beliau adalah Korlan perdana di kelas ini. sampai level #5 ini, beliau paling rajin mengingatkan agenda kelas. Makasih banyak ya, mak!

Seperti saya singgung di awal, di level 5 ini materinya semakin menggigit, dan atmosfernya cukup tegang. Antara tegang dan mengencangkan ikat pinggang kali yaa menghalau rasa bosan. Tentu banyak warna warni yang terjadi di kehidupan para mahasiswa Bunsay ini. Setiap orang memiliki tantangan yang berbeda. Warna warni itu tertuang dalam aliran rasa yang disetorkan. Fsil pun memilih, Aliran Rasa Ter-Dalam adalah milik mak Cindyta Septiana. Mak yang satu ini biasanya dapat badge OP, tapi karena episode khusus yang dihadapi dirinya dengan si bungsu membuatnya kurang menggenapi syarat perolehan badge OP . Korlan level ini, mak Deasi Natalia, pun sampai heran sehingga ngecek berulang kali.

Untuk kategori Mahasiswi Teladan, badge nya diserahkan kepada mak Afriza Hanifa. Beliau unik dan kreatif. Terima kasih ya, mak, atas inspirasinya.

Oia, Jum'at hangat di level ini menampilkan mak dok kece kita mak Irnova Suryani. Waaaah, panjang resumenya.. rame kali! So inspiring! Makasih juga untuk mak Eka Marwati yang telah memback-up menjadi host kali ini. keren!

Semoga di level selanjutnya semakin bertabur bintang. aamiin.

Jumat, 09 Agustus 2019

Gaya Belajar Laksana Kunci Pintu

  

Tulisan dalam gambar diatas adalah aliran rasa Ter-Aha! di level 4 yang menyajikan ilmu seputar Memahami Gaya Belajar Anak. Yes, saya setuju bahwa saat kita menemukan gaya belajar ananda, kita seperti menemuka kunci yang pas untuk pintu yang belum terbuka. Yang kemudian setelah terbuka, kita melihat di ruangan itu bnyak harta karun. MasyaAllah. Tentu agar harta karun itu bis ditemukan, perjuangan tak bisa dielakkan dari proses menemukan kuncinya. Barakallah mak Dian Widiyanti Putri yng telah meng-Aha! kami. 😁

Lapor! Di level ini, member kelas BunSay Depok 1 hanya 35 orang yang berhak mendapatkan badge dasar. Selebihnya sedang diuji banyak halangan. Tapi alhamdulillah belum ada yang harus meninggalkan kelas. Semua masih aman. Semoga aman selamanya ya mak.. 

Lalu, yang berhak atas badge You're Excellent (YE) ada 11 orang. Awalnya terjadi kekurangan hehe.. Kurang 2 telat dikalungi badge ini karen kelalaian fasil yang tidak mengecek ulang perolehan badge. Maafkeun! Semoga fasil lebih jeli di level selanjutnya. Dan untuk yang Outstanding Performers (OP) ada 5 orang. Selamaaaat yaa semuanyaa!! 
πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘

Di Jum'at Hangat level ini kami dibagi kisah inspiratif dari Mak Afriza Hanifa. Beliau ternyata seorang penulis yang produktif. Sudh akrab dengan dunia kepenulisan sejak kecil. Kini sudah banyak karya tercipta, diantaranya buku 36 Kisah Inspiratif Ilmuwan Muslim, buku seri Anak Hebat Nabil Naura "Aku Sayang Ibuku", dan @berkisahairah di Instagram yang setiap hari membagikan kisah Nabi dan para sahabat mulia. So inspiring!! 🌸 Terimakasih kepada mak host Irma Margiana yang sudah meresume perbincangan dengan mak Afriza. πŸ˜‰

Oia, ada lagi satu hal yang super istimewa yang terjadi di level ini. Apa tuh? Yaituuu, Ada seorang mahasiswi kece yang dengan bijak dan rendah hati namun penuh semangat mencintai IIP bertanya kepada saya selaku fasilnya tentang prosedur menyampaikan saran yang membangun di komunitas tercinta ini. Lalu saya sampaikan yang saya tahu. Beliau seorang yang memiliki background pendidikan brain science. Siapakah dia?? Yes, Mak Irnova Suryani, terapresiatif di level ini.
Saya sangat mengapresiasi mak dok Irnova yang berhiaskan semangat memajukan IIP memberi masukan ke pusat terkait gaya belajar yang teorinya sudah diuji dan tidak terbukti secara kinerja otak dalam sains otak. Beliau pun menyampaikan rekomendasi penggunaan gaya belajar untuk keperluan lain. Alhamdulillah langsung ditanggapi positif oleh founder IIP, Bu Septi Peni Wulandani. Ibu pun berharap ada update materi Bunda Sayang sehingga lebih relevan dengan pengetahuan terkini. Barakallah, mak dok! Mak-mak yang lain juga jngan sungkan yaa.. Mari jaga dan majukan IIP bersama-sama. 😊

Badge Teladan kita level ini diraih oleh mak Bhekti Setya Ningrum. Dan mak Hesti Paramita Sari adalah mak Teraktif, selalu aktif mengingatkan kita semua di kelas. Anda berduaaa so great! 😍

Apresiasi selanjutnya saya haturkan buat mak korlan bulan ini, mak Lelah Nur Badriyah yang super cekatan! Big love! Juga mak sekre Irine eh Dhahiri yang sedang sibuk-sibuknya tali tetap setia. Jugaa mak ketu kita mak Inayati yang selalu sigap meski jadwal padat merayap. Top! 
Apresiasi tertinggi untuk mak-mak Depok 1! 



Minggu, 07 Juli 2019

Jurnal Fasilitator Bunsay Level 3


Melatih Kecerdasan, itu tema game di level ketiga kuliah Bunda Sayang kali ini. Game yang dilakukan berkaitan dengan family project yang menstimulasi kecerdasan anak khususnya, karena ternyata kecerdasa orang tuanya pun, terutama sang ibu, ikut dilatih juga. Disadari atau tidak, Adversity quotient lah yang sepertinya menjadi jenis kecerdasan yang paling terlatih di masa level ini. Hehee.. Betul kan mak mak.. 

Ya, bagaimana tidak, banyak aliran rasa dari mak mak Depok 1 yang menyinggung soal tantangan yang sangat menantang, yaitu harus melakukan game melatih kecerdasan dalam family project di masa liburan Idul Fitri plus libur sekolah 😁. Tapi masyaAllah, hampir semua mahasiswi di kelas Depok 1 lulus mendapat Badge Dasar di level ini! Cerdas! Mantul! 40 orang dari 42 orang mahasiswi.
πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Lalu dari 40 orang itu, ada 10 orang mendapat badge You're Excellent, dan hanya 2 orang yang paling konsisten menyetorkan jurnal game hariannya selama 17 hari berturut-turut. Mak Ifa Avianty dan Mak Cindyta Septiana berhak atas badge Outstanding Performance di level ini. 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Bukan hanya bagi para mahasiswi siih bahwa masa level ini spesial hehe..tapi bagi fasilnya juga. Selain dalam liburan, mak fasil repot mengurus pindahan rumah dari Depok ke kampung halaman di Ciamis. Packing barang yang tak ada habisnya hehe, bersih-bersih rumah sewa yang akan ditinggalkan, riungan perpisahan dengan beberapa grup, rasanya membuatku jarang komunikasi di grup kelas Depok 1. Meski alhamdulillah setiap kewajiban mah dapat ditunaikan. Mohon maaf yaa.. πŸ™ Tapi saya selaku fasil sungguh bahagia karena bisa meet-up dengan para emak kece kelas bunsay b5 Depok 1 sebelum meluncur ke Ciamis. Makasiiih yaa.. 😍

Oia, ada yang sangat berkesan juga dari aliran rasa yang dikumpulkan kemarin. Gambar yang satu sangat kece karena sangat menggambarkan para emak melalui level 3 di masa liburan. Baguus kaaan? Yang satu lagi so sweet buatku hihiii πŸ˜„ (gambarnya menclok di pembukaan ya, mak 😁). Makasih yaa, mak dok. Dan aliran rasa mak Irnova ini terpilih menjadi aliran rasa ter-Kreatif.

Aliran rasa Mak Irnova

Di level ini hanya dilakukan satu jadwal Jum'at hngat karena jujur saja saya lupa mengingatkan grup. Maaf banget ya. Jadi yang tampil sebagai Narasumber hanya mak Diah Farida di Jum'at kedua. Beliau berbagi pengalamannya termasuk masa-masa menjadi ibu rumah tangga yang kembali berkarir di rumah setelah resign dari tempatnya bekerja di ranah publik. Host yang mendampinginya adalah Mak Ifa Avianty. So inspiring! πŸ’ž

Nah Mak Ifa ini terpilih sebagai Mahasiswi Teladan Depok 1 level 3. Beliau sungguh panutan. Lalu kategori terAktif disandang oleh mak Dhahiri Hagyar Siwi alias mak Irine, mak Sekre kece kami. Dan kategori mahasiswi terApresiatif adalah Mak Cindyta Septiana. Selamaaat!! Barakallah!! 🌻

Alhamdulillah level 3 bisa dilalui dengan baik. Mak mak Depok 1 memang keren. Selalu saling mendukung, mengisi kekosongan, termasuk saat korlan berhalangan saat bertugas. Selalu ada rekan lain yang sigap menggantikan tempat korlan memandu diskusi atau merapikan link. Korlan kami di level ini, yaitu mak Ameylia Natasya Siregar. Saluuut buat beliau, karena selain ibu dari 4 anak, beliau juga aktif di ranah publik, tapi selalu semangat dan sigap bertugas. Top! 😍 Saya menghaturkan apresiasi juga buat Mak ketua Inayati Noor yang selalu siaga dan mak Sekre Irine yang paling cekatan. Proud of you, ladies! 🌹 Tentu tak ketinggalan buat mak guardianku, mak Noni, yang walaupun sedang sibuk bolak balik check up Rumah Sakit, beliau selalu ceria semangat menyempatkan berbagi ilmu dan motivasi di kelas. Semoga mak selalu sehat yaa.. Dan terima kasiiih bnyak tak terhingga juga buat para emak Depok yang baiik hati nan mandiri serta suka saling menyemangati dan mengapresiasi.. Semoga lulus dengan bahagiaa yaa semuanya..πŸŽ“πŸŽ‰

Sampai jumpa di level 4. Semoga semakin sukses. πŸ˜‰










Tambah Teman WA

  Menambah teman menambah rezeki.. Bismillah. Jalin silaturahim, tak pernah rugi. Insyaallah.