Senin, 16 Desember 2019

Telur Ijo Kekuatanku

Alhamdulillah setelah sekian purnama, terbit juga kelas Bunda Cekatan. Hehe.. Alhamdulillah juga bisa masuk batch #1. Alhamdulillah juga nambah tempat belajar baru karena kali ini kami belajar via FB Group. Belajar lagi klak klik sana sini hehe. Ya jadi ibu mesti update terus dong! Gitu kata gurunda tercinta ibu Septi Peni Wulandani saat mendongeng di materi pertama kelas BunCek beberapa hari yang lalu.

Dongeng ibu selalu terngiang di dalam diriku. Dongeng tentang awal kisahnya membersamai anak-anak. Jujur, saya dapet banget karena saya merasa kegemaran saya sama dengan kegemaran ibu Septi dalam hal bermain. Ternyata melalui bermain kita bis menjadi luar biasa. Dan saya pikir saya bisa mengikuti jejak ibu untuk menempuh misi hidup di ranah pendidikan ibu dan anak. Bermula dari bermain dengan anak-anak sendiri, bahagia dengan hal itu, lalu bisa produktif menghasilkan karya yang bermanfaat. Bahkan manfaatnya sangat luas. Bismillah..

Well, kembali ke laptop BunCek! 😀
Di materi #1 ini kami diingatkan kembali tentang aktivitas-aktivitas kita dalam 3 peran: perempuan, istri, dan ibu. Kita diminta memilah aktivitas-aktivitas itu ke dalam kuadran Bisa-Suka, Bisa-Tidak Suka, Tidak Bisa-Suka dan Tidak Bisa-Tidak Suka. Setelah menerawang, inilah pembagiannya.

Cukup banyak yaa kegiatan keren yang saya lakukan. Tapi kenapa saya nampak biasa-biasa saja, tak menjadi apa-apa?? Oooh ternyata, selama ini saya hanya melakukan aktivitas keren itu sekadarnya..sekedar rutinitas saja. Ckckck, No wonder!

Nah sekarang Aktivitas keren itu harus bisa membuatku luar biasa. Karena kan sebenernya selalu dilakukan setiap hari. Logikanya jam terbangnya banyak yaa mestinya.

Alhamdulillah Fasilitator BunCek siap membimbing kami untuk menjadi kupu-kupu Cantik. Setelah memilah kuadran aktivitas, saya harus memilih 5 aktivitas dari kolom Bisa-Suka, untuk kemudian diperdalam di masa perkuliahan BunCek ini. Semoga saya bisa menjadi kupu-kupu istimewa yang akan semakin bahagia dan semakin menebar manfaat dengan kekuatan yang Allah titipkan ini.
Berikut Telur Ijo yang Menjadi Bakal Kekuatan yang berhasil saya lacak.

🐞 Storytelling
I do love Storytelling. Aah bisa lupa waktu kalau saya sudah bercerita di depan anak-anak. Enjoy banget. Gue banget deh! Hehe. Yes, I want to be a great storyteller! Terutama berkisah tentang Rasulullah, para nabi, dan orang-orang sholeh. Saya ingin mendapatkan generasi yang cemerlang yang terinspirasi dari orang-orang cemerlang dari masa lampau.
🐈 Bermain Sama Anak
Tentu, saya juga senang sekali main, terutama main bersama anak. Main di rumah, main di luar rumah alias jalan-jalan hehe. Menyegarkan pikiran!
🐥 Menulis Buku Anak
Ini mah masih dalam wacana. Rasa sulit bnget mengeksekusi. Padahal saya pengen bangeg punya buku. Sering banget cerita keren yang tercetus di benak, tapi karena terjeda kegiatan lain jadi menguap hehe. Lupa mencatat. Selama ini saat melahap buku anak, pikiran dan rasa saya aktif menjadi komentator. Hihi maaf ya..sok iyeh ya. Lalu ide-ide pun bermunculan untuk menulis buku yang sedang dibutuhkan anak saya. Tapi karena ketiduran atau ngerjain tugas lain, ide itu hanya tersimpan entah dimana. Hehe. Kali ini mah mesti menetas niih telor ijo nya, menjadi buku.
🐦 Mendidik Anak
Berdarah pendidik membuat saya seperti selalu on fire jika berhubungan dengan dunia pendidikan. Apalagi dengan pendidikan anak sendiri. Saya sangat peduli dengan pendidikan yang efektif dan menyenangkan. Berbinar banget deh saat saya menjalankan peran saya sebagai fasilitator anak-anak. Selain karena memang puas karena menunaikan kewajiban, tapi juga bahagia karena ilmu yang saya pelajari sejak kuliah dpat dimanfaatkan dengan baik.
🐬 Belajar
Naah ini mah harus dilakukan sepanjang hayat. Saya nikmat sekali saat sedang belajar. Me time saya ada di membaca buku sendirian mojok di kamar dan ikut kajian-kajian atau seminar-seminar. Mencerahkan.

Ya, semoga 5 kekuatan ini akan melesatkan diri ini meraih kemuliaan dunia-akhirat. Aamiin.

Kamis, 21 November 2019

Kelas Baru, Keluarga Baru

Alhamdulillah di semester baru ini bisa pergi keluar kota, ke Tangerang Kota. Berkenalan dengan ibu-ibu hebat disana. Menjadi fasilitator di kelas Bunda Sayang ini sungguh pengalaman berharga. Saya bisa mendapat saudara-saudara baru dengan beragam ilmu dan pengalamannya. Kehangatan yang ada di kelas baru yang saya pegang, adalah kehangatan khas ibu profesional. Kehangatan yang cerdas, penuh semangat, penuh dedikasi, penuh ghairah berbagi dan melayani. MasyaAllah walhamdulillah.

Kelas TangKot Online BunSay batch 5 ini kelas yang sangat aktif dan segar. Sangat dinamis penuh energi. Pun terlihat dari isi setiap setoran T10H level 7 yang narasinya panjang-panjang dan bergizi. Ini membuat emak fasil mesti menjaga stamina mata dengan lebih baik. hehe.. Jujur, setelah sekian lama aktif di Ibu Profesional, baik sebagai fasil maupun pengurus, lalu semangat belajar via online, saya mulai merasakan dampaknya pada kesehatan mata saya. Ini karena kurang baiknya managemen gadget saya dan juga kelalaian saya menjaga kesehatan mata. Beberapa pekan terakhir saya sering merasakan pusing jika terlalu lama membaca via hp. Maka pekan ini saya jadwalkan untuk bertemu dokter mata.

Well, Alhamdulillah dapat ilmu baru juga di kelas TangKot ini. Ada agenda lain selain yang diwajibkan oleh tim pusat, yaitu Gebrak Semangat. Ini dilakukan oleh mahasiswi untuk mahasiwi untuk menyemangati sesama agar tidak kendor semangatnya dalam proses perkuliahan yang cukup panjang ini. Tentu cita-cita lulus BunSay bersama harus dicapai bersama. Barakallah, TangKot!

Dari 36 mahasiswi, ada 18 orang yang berhak atas badge Dasar, 5 orang dapat badge YE dan 9 orang yang dapat badge OP. Hanya 4 orang yang miss di level ini.
Semoga level 8 semuanya bisa lebih baik.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Taqarrub Itu Kunci

Taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah Sang Pemilik hati.

Astaghfirullah, rasanya episode taqarrub setelah menikah dan mempunyai dua anak cenderung menurun, baik dalam hal kuantitas ibadah maupun kualitasnya. Entah apa karena diri yang belum ajeg ya..padahal di episode menjadi ibu ini begitu banyak liku dan jiwa raga yang harus diurus. Harusnya lebih mendekat kelada Allab, karena pertolongan yang kita butuhkan semakin banyak.

Dulu semasa lajang, tahajjud hampir selalu setiap hari, dzikir almatsurat hamlir tak lernah terlewat 2x sehari. Tapi kini, rasanya jauh sekali. Lalai sekali. Astaghfirullah. Tapi saya sadar banget kedua amal sholeh utama itu sangat besar artinya bagi kelancaran kehidupan saya. Maka, kini upaya meninggikan kembali intensitas kedua ibadah itu semakin gencar meski tertatih.

Alhamdulillah, meski PR saya dengan yang du itu berat, amal sholeh lain ada yang masih dengan mudah dilakukan, yaitu sedekah dan berkiprah di bidang edukasi anak-anak lingkungan sekitar. Saya buka rumah baca dan rumah tahfidz di rumah orang tua saya yang kini saya tempati. Itu semua saya lakukan sebagai wujud bakti kepada orangtua dan para leluhur saya juga guru-guru saya. Semoga Allah meridhoi jalan ini. Oia, kiprah saya ini adalah berkat feeling, ilham, dari Allah yang menggerakkan hati saya untuk balik kampung dari perantauan dan memulai kiprah di tanah leluhur. Karena sebenarnya sudah sejak lama saya ingin melakukannya.. Bahkan cita-cita sarjana membangun desa sudah sejak masih kuliah S1 muncul di hati dan benak saya. Itu hampir 12 th yang lalu.

The Calling itu semakin kuat saat saya membuka rumah baca di perantauan, yaitu kota Depok. Sebelumnya saya pun aktif menuntut ilmu di berbagai komunitas dan forum juga pernah membina ibu-ibu dan anak-anak sekitar tempat tinggal. Saat itu gelisah hati ketika menyaksikan kenyataan "di daerahku jarang banget komunitas atau forum edukatif seperti di Depok ini". Maka akhirnya saya pun menyambut panggilan hati itu. Saya curhat kepada suami dan meminta izin kepadanya untuk tinggal dan berbakti di kampung halaman. Melingkar mekar berawal dari keluarga kecil kami.

Sampai saat ini, dalam mengelola apapun, saga selalu meminta petunjuk Allah. Dan kerasa yaa, ada feeling-feeling spesial saat Allah meridhoi satu hal dan tidak pada hal lain..jug tentang timing, strategi, dll. Masyaallah.

Dan tentu, penjagaan diri dari maksiat sekecil apapun itu juga utama. Bertaubat dan meminta maaf saat diri khilaf, khususnya kepada suami, anak dan orang tua tak lagi diganggu rasa gengsi. Pokoknya semua atas dasar melakukan apa yang Allah sukai.

Sekian curhatan saya tentang taqarrub. 😊

Kalang Kabut

Hati hampa kalang kabut
Benak kusut kalang kabut
Raga loyo kalang kabut
Jiwa tertatih kalang kabut

Kalang kabut
Semua kalang kabut
Kalang kabut
Tolong..
Hempaskan kalang kabut
Jernih..jernihkan
Hitung..hitung lafadznya
Siram..sirami dengan namaNya
Sebelum gelap
Sebelum pandangan hilang

Kalang kabut
Sirna bersama cahaya

Ciamis, 18/09/2019
Fitri Purbasari

#puisiffb
#feminitasbunda
#materi1

Sabtu, 05 Oktober 2019

Jurnal Level 6 Bunsay #5 Fasil Depok 1

(https://blogs.africanmathsinitiative.net/intern-cabrine/)

Kini sampai di penghujung semester 1 kelas Bunda Sayang batch 5. Di kelas Depok 1 sungguh terasa beratnya perpisahan karena kabarnya akan ada rotasi fasilitator. Tetapi alhamdulillah meski begitu, level 6 yang menyajikan materi tentang Stimulasi Kecerdasan Matematis-Logis mampu membuat semangat pengerjaan game terasa sangat meningkat. Ini terbukti dengan meningkatnya perolehan badge dasar di level ini dibandingkan level lalu. Juga dikuatkan dengan pendapat beberapa mahasiswa yang curhat mengutarakan bahwa mereka on fire lagi dengan suntikan materi ini. Alhamdulillah. Level lalu mahasiswa yang berhak atas badge dasar hanya 31 orang dari 40 mahasiswa. Level sekarang bertambah menjadi 36 orang. Untuk badge You're Excellent pun bertambah 2 orang di level ini, menjadi 10 orang. Yang berhak mendapat badge Outstanding Performance ada 4 orang, bertambah 1 orang dari level 5.

Semua peningkatan ini tak lepas dari kinerja para perangkat kelas yang super cekatan, supportif, helpful dan baik hati serta pengertian. hehe.. Betul, mak! Kelas Depok 1 ini sungguh kelas yang sangat mandiri dan proaktif. Sistem kerjasamanya sudah terbangun dengan apik. Para mahasiswi sudah melakukan CoC Ibu Profesional dengan sangat baik. Semangat berbagi dan melayani sungguh kental. Barakallahu fiikum. I'm so proud become part of this amazing class! Khususnya di level ini, korlannya mendapat kendala yang sangat berarti sehingga tidak mampu mengemban tugas dengan tuntas. Dan dengan itikad baik dan semangat ibu profesional, para perangkat yang cekatan dan baik hati secara sukarela membantu mem-backup dengan membuatkan resume-resume diskusi dan menghandle jalannya diskusi. You are all awesome!! Semoga Allah membalas kebaikan mak-mak sekalian.

Kategori mahasiswi teladan layak diberikan kepada beberapa orang sih sebenarnya. Begitu pula kategori mahasiswi aktif dan apresiatif. Banyak yang sangat kontributif. Terima kasih banyak. Ini bantuan yang luar biasa bagi saya pribadi sebagai fasilitator. Namun, sebagai fasil saya harus memilih 1 orang untuk masing-masing kategori: Mak Deasi Natalia sebagai Mahasiswi Teladan, Mak Dwi Novita Yeni sebagai Mahasiswi terApresiatif, Mak Diah Denia sebagai Mahasiswi terAktif, dan aliran rasa punya Mak Elsa Murdiana sebagai yang terInspiratif.

Kelas Depok 1 ini awalnya berjumlah 42 mahasiswi. Di level 5 ada 2 orang yang tidak melanjutkan ke level 6 karena telah bolong badge dasar 3x berturut-turut, yaitu Mak Astina Atikah dan Mak Dini. Kami sangat kehilangan. Beliau berdua sedang sangat sibuk, khususnya mak Dini, sedang berada pada peralihan tempat bekerja yang jaraknya jauh dari rumah. Kata beliau energinya sedang terkuras, jadi dengan berat hati tidak bisa mengikuti setoran game yang berlangsung. Lalu di level 6 ini ada 1 lagi mahasiswi yang tidak bisa lanjut ke level 7, karena juga telah bolong badge 3x berturut-turut. Beliau adalah mak Dezetty Monika. Semoga mak-mak sekalian selalu dilindungi Allah dan dimudahkan urusannya ya.. Semoga bisa jumpa lagi di lain kesempatan.

Nah, di level ini pun, sekretaris melaporkan ada 2 orang yang berkategori lampu kuning soal perolehan badge dasar. Semua perangkat kelas diminta bersinergi untuk meningkatkan ikatan di dalam kelas agar semua bisa lulus bersama. Semoga Allah mudahkan.

Seperti yang saya singgung di atas bahwa level Matematis-Logis ini seolah menjadi booster di tengah perkuliahan BunSay. Betapa tidak, banyak yang tercerahkan dan menjadi berbinar saat dipaparkan bahwa "Math is Around Us". Benar! Banyak moment Aha! tersingkap di keseharian kami melalui game level ini. Saya pun yang ikut membaca setoran mereka ikut berwow-wow! "ooh..oohh" kebagian juga moment Aha! nya. Alhamdulillah. Semoga ini termasuk menjadi gerakan massive yang mengentaskan momok terhadap pelajaran Matematika generasi Indonesia. Semoga dengan melek makna melek logika matematis, banyak karya positif yang tercipta dari anak bangsa Indonesia. Amiin.

Sekian laporan saya tentang suasana level 6 di kelas Bunda Sayang Depok 1.
Semoga jika rotasi Fasil nyata adanya, kami bisa terus keep in touch. InsyaAllah tersambung terus dalam ukhuwah. Amiin.

Minggu, 22 September 2019

Fun Storytelling

(sumber: dreamstime.com)

Apa Itu Storytelling?
Storytelling alias bercerita menurut KBBI adalah menuturkan cerita yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal peristiwa, kejadian, dan sebagainya baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka. Setiap manusia pada dasarnya suka bercerita. Kita tidak bisa lepas dari bercerita, iya kan? Namun tentu tujuan bercerita bisa berbeda-beda. Nah disini saya akan berbagi tentang “Bercerita/Storytelling kepada Anak”.
Maksay, hehe.. gapapa ya saya manggil ibu-ibu disini dengan panggilan itu. Biar lebih akrab gitu, yak! Hehe.
Well, maksay. Saya yakin diantara kita sudah banyak yang telah mempraktekkan storytelling kepada anak-anak, minimal anak sendiri, ya. Dalam penyampaiannya kita seringkali menggunakan beberapa media dalam bercerita, bisa berupa/bersumber dari video, buku, boneka, benda-benda sekitar, dll. Selain itu juga, kita melibatkan intonasi suara yang bermacam-macam. Pernah, kan, mak?
Kerasa kan ya manfaatnya?
Apa Saja Manfaat Storytelling?
Berikut ada beberapa manfaat yang saya kutip dari beberapa sumber, yang alhamdulillah saya juga merasakannya.
Menurut Hibana (dalam Kusmiadi, 2008), manfaat dari kegiatan storytelling alias bercerita dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
1.      Manfaat Untuk Pencerita:
a.    Mengembangkan daya pikir dan imajinasi.
Bagi kita ataupun anak, storytelling akan membuat kecerdasan dan kreativitas meningkat. Bagaimana tidak, sebagai pencerita terutama bila memakai sumber pengalaman, kita mesti meramu cerita itu agar isinya lebih bernilai atau bermakna sekaligus asyik. Kita mesti kreatif.
b.    Mengembangkan kemampuan berbicara.
Bercerita dengan ekspresi, gaya, intonasi dan gesture yang beragam tentu akan membuat speaking skill kita terasah.
c.    Mengembangkan daya sosialisasi.
Kemampuan kita membaca audience bisa terlatih. Kita akan tahu ekspresi audience yang sangat antusias dengan topik cerita yang kita bawakan ataupun yang sebaliknya. Kita akan lebih peka melihat respon mereka dan semakin lama berinteraksi via storytelling, khususnya dengan anak, kita akan tahu cerita-cerita seperti apa yang mereka minati.
d.    Sebagai sarana komunikasi.
Ketik kita menasehati anak dengan gaya satu arah sebagai orang dewasa, seringkali respon yang terlihat dari anak tidak membuat kita lega. Hehe.. Nasehat kita sepertinya gak didengar. Tapi akan berbeda jika nasehat itu disisipkan lewat storytelling. Emosi dan fokus anak akan digiring ke arah nilai yang ingin kita tanamkan dengan suasana yang nyaman buat dia. Dsinilah anak dinasehati tanpa merasa didikte.
e.    Media pembelajaran
Mengajarkan anak tentang apapun bisa dengan storytelling. Misal akan mengenalkan anak tentang pembagian dalam matematika. Kita bisa mengajarkannya dengan media cerita. Kalau kita tak punya buku cerita yang isinya tentang pembagian, ya bikin cerita karangan saja. Tokohnya bisa anak kita. Insyaallah ceritanya akan lebih bermakna.
f.     Mengembangkan daya ingat.
Nah ini, penting banget yaa kalau bagi orang tua seperti kita agar menjaga kesehatan ingatan. Hehee.. Maksudnya agar kita tak mudah pikun kelak. Otak kita mesti sering dipakai hehe. Berpikir merangkai cerita dan menceritakannya serta menyambungkan cerita yang lama dengan yang baru. Hehe. Karena mak, bisa jadi loh, saat kita mengarang sebuah cerita di hari #1, besoknya anak akan meminta kelanjutannya. Otomatis kita mesti ingat tokoh-tokoh di cerita sebelumnya dan mereka ngapain ajah. Anak akan sangat mengingatnya loh! Kalau kita lupa, bisa jadi anak protes! “Bukan gitu, Mi!” Hahaha! Makanya penting untuk menuliskan cerita hasil karangan kita ya, Mak! Catet! (*pengalaman cerita Si Ikan Mas. Haha!)

2.      Manfaat Untuk Pendengar:
a.    Mengembangkan fantasi, empati dan berbagai jenis perasaan lain.
Ketika kita menyampaikan sebuah storytelling untuk anak, pada saat itu aktivitas emosional otak anak akan memproses “olah rasa”. Sehingga, pesan dan nilai moral yang diceritakan akan melatih rasa empati anak. Jadi anak dapat memahami dan mengenal emosi pada dirinya dan orang lain.
Selain itu, anak akan membayangkan wujud tokoh, tempat dan situasi dari cerita yang disimaknya.
b.    Menumbuhkan minat baca.
Ketika kita melakukan storytelling dengan media buku. Anak akan tergerak untuk berinteraksi dengan buku tersebut, ya minimalnya mau memegangnya, kemudian “kepo”. Teknik storyreading dengan menunjuk (minimalnya) ke kata-kata yang besar (judul) saat kita bercerita, lama-lama anak akan bisa membaca kata-kata itu karena sering melihatnya. Semakin sering, semakin banyak kata yang akrab dengan anak. Then, kita akan terkaget senang saat tiba-tiba anak kita sudah bisa membaca bahkan menulis dengan sendirinya. Dia akan senang membaca. Anak akan keranjingan buku! MasyaAllah.
c.    Membangun kedekatan dan keharmonisan.
Ikatan antara orang tua dan anak akan sangat bisa dibangun melalui ikhtiar storytelling. Saat anak melihat orang tuanya bersedia meluangkan waktu untuk mereka sebelum tidur, minimalnya, anak akan sangat merasa dicintai. Momen berharga seperti ini akan sangat berguna untuk kekokohan diri anak. Kita sebagai orang tua pun tentu akan merasakan kebahagiaan saat anak antusias menyambut kita bercerita. Berawal dari storytelling, anak akan nyaman bercerita pada kita tentang apapun. Ini modal keharmonisan keluarga yang sangat berharga.
d.    Media pembelajaran. 
Yes seperti disinggung di bagian 1, anak akan belajar dengan fun melalui storytelling. Ada konteks yang menggambarkan konsep ilmu atau nilai yang sedang dipelajari. Bermakna!

Bagaimana Agar Storytelling Menyenangkan?

Perlu diingat bahwa khususnya anak usia dini memiliki rentang konsentrasi yang tidak lama, maka kita harus memperhatikan cara-cara agar Anak betah menyimak cerita kita. Berikut ada beberapa tips untuk menciptakan Fun Storytelling.
ü  Jadwalkan sesi bercerita setiap hari dimana saat itu adalah waktu yang nyaman buat anak. Misal di waktu anak menjelang tidur, baik tidur siang ataupun tidur malam.
ü  Pilih cerita yang temanya “gue banget” buat anak. Baik dari sisi kesukaan ataupun tokohnya. Sesuaikan juga dengan tahapan perkembangan usianya.
ü  Sesuaikan durasi dengan kondisi anak. Jika anak masih ON mungkin kita bisa bercerita berbuku-buku, tapi ketika anak sudah nampak lelah, secukupnya saja.
ü  Gunakan berbagai media, misal buku, gambar, boneka, benda yang ada di sekitar, dll. Bisa menggunakan satu tokoh untuk membawakan cerita buat anak, misal boneka burung hud hud favoritnya. Biarkan hud hud yang membuka sesi cerita. Bisa juga ganti boneka pencerita setiap beberapa waktu.
ü  Berceritalah dengan ekspresif. Perhatikan kontak mata. Bisa bersuara berbeda di setiap karakter kisah yang diceritakan ataupun ekpresi muka yang beragam dan gesture yang seru. Ajak anak untuk menjawab pertanyaan agar lebih tertarik dan masuk dalam alur cerita yang diberikan
ü  Jangan malu berekspresi lebay saat bercerita. Bikin dramatisasi cerita. Anak akan sangat menyukainya.
ü  Jangan sampai bosan untuk bercerita pada anak, meskipun kita mengantuk dan malas. Usahakan untuk menjadikan storytelling sebuah rutinitas yang menyenangkan untuk anak. Ulang cerita yang pernah diberikan dan pancing anak untuk meneruskan sebagian ceritanya atau biarkan anak membuat cerita kelanjutannya sendiri. Kegiatan ini dapat memacu daya ingat anak.
ü  Sesekali bisa minta Anak yang bercerita dan emak bapa dan kakak menjadi audience yang ekspresif bahkan sangat ekspresif. Hihiii.. Rasakan kehangatannya!

Sekian dulu ya... Semoga bermanfaat!
Have Fun!!


Referensi:


Ciamis, September 2019
FITRI PURBASARI

Jumat, 06 September 2019

Jurnal Fitri Fasilitator Bunsay Level #5

Mendekati akhir semester pertama perkuliahan Bunda Sayang, materi yang disajikan semakin menggigit, semakin greget. Di Level 5 dengan judul materi Menstimulasi Anak Suka Membaca banyak bertebaran kegiatan yang menginspirasi yang dibagikan oleh para peserta kelas melalui tantangan 10 hari. Masyaallah. Oh iya, ada satu hal juga yang sangat disyukuri di kelas ini, khususnya bagi para perangkat kelas, terkhusus lagi bagi Koordinator Bulanan. Apa tuh? Yes, Mak Asri Shaliha telah berkontribusi membuat tabel rekap setoran tantangan menjadi otomatis. Kategori perolehan badge menjadi otomatis melabeli setiap nama penyetor sesuai jumlah setorannya. Mak Fasil yang gaptek ini amazed banget. Jazakumullah ya, mak Asri Shaliha. Semoga bisa diforward ilmunya ke pusat. Nah, atas kontribusinya ini, Mak Asri Shaliha dianugerahi predikat Mahasiswi Apresiatif. Beliau layak diapresiasi! Semangat untuk Berbagi dan Melayani! 💖

Namun di level ini terjadi penurunan jumlah mahasiswi yang berhak mendapatkan badge dasar, yaitu 31 orang. Peraih badge You're Excellent ada 8 orang. Dan mahasiswi yang mendapat badge Outstanding Performance hanya 3 orang: Afriza Hanifa, Elsa Murdiana, dan Ifa Avianty. Selamat!!

Di level ini, ada 11 mahasiswi yang tidak lolos. Ada dua orang yang cuti lahiran, minta izin masa pemulihan dulu, mereka berharap bisa on fire lagi di level depan. Lalu ada satu orang yang belum bisa mengatur waktu karena kehabisan energi saat sudah di rumah, dikarenakan pindah kerja dengan perjalanan yang cukup melelahkan. Ada satu orang juga yang izin lewat dulu di level ini karena sedang pemulihan pasca rawat inap di kehamilannya yang sekarang. Selain itu, ada dua orang yang berniat cuti karena sedang ada prioritas tantangan lain yang menyita waktu dan energinya. Selebihnya tak ada informasi.

Mahasiswa Depok ini cukup solid. Khususnya perangkat kelasnya, mereka sangat suportif. Dan yang paling aktif adalah Mak Hesti Paramita Sari. Beliau adalah Korlan perdana di kelas ini. sampai level #5 ini, beliau paling rajin mengingatkan agenda kelas. Makasih banyak ya, mak!

Seperti saya singgung di awal, di level 5 ini materinya semakin menggigit, dan atmosfernya cukup tegang. Antara tegang dan mengencangkan ikat pinggang kali yaa menghalau rasa bosan. Tentu banyak warna warni yang terjadi di kehidupan para mahasiswa Bunsay ini. Setiap orang memiliki tantangan yang berbeda. Warna warni itu tertuang dalam aliran rasa yang disetorkan. Fsil pun memilih, Aliran Rasa Ter-Dalam adalah milik mak Cindyta Septiana. Mak yang satu ini biasanya dapat badge OP, tapi karena episode khusus yang dihadapi dirinya dengan si bungsu membuatnya kurang menggenapi syarat perolehan badge OP . Korlan level ini, mak Deasi Natalia, pun sampai heran sehingga ngecek berulang kali.

Untuk kategori Mahasiswi Teladan, badge nya diserahkan kepada mak Afriza Hanifa. Beliau unik dan kreatif. Terima kasih ya, mak, atas inspirasinya.

Oia, Jum'at hangat di level ini menampilkan mak dok kece kita mak Irnova Suryani. Waaaah, panjang resumenya.. rame kali! So inspiring! Makasih juga untuk mak Eka Marwati yang telah memback-up menjadi host kali ini. keren!

Semoga di level selanjutnya semakin bertabur bintang. aamiin.

Tambah Teman WA

  Menambah teman menambah rezeki.. Bismillah. Jalin silaturahim, tak pernah rugi. Insyaallah.