Senin, 06 Januari 2020

Telur Orens : Ilmu Yang Akan Didalami


Yeay! Pekan ketiga, kita berburu telur orens, gaes! Semakin mengerucut ya. Dari telur ijo yang memuat aktivitas-aktivitas yang membuat kita bahagia, lalu ke telur merah yang berisi keterampilan-keterampilan yang membuat kebahagiaan di telur ijo, dan sekarang ke telur orens, mencari ilmu-ilmu seputar keterampilan yang kita ingin dalami.

Dari 5 telur merah (membuat ide baru, manajemen waktu, ice breaking, public speaking technique, dan manajemen menu) ada 2 keterampilan yang merupakan tantangan bagi saya, yaitu manajemen waktu dan manajemen menu.

Kedua tantangan itu menjadi dua hal yang cukup mengganggu ketentraman saya dalam melakukan aktivitas bahagia. Maka ini harus saya kuasai agar kebahagiaan saya paripurna.

Bagaimana tidak, dengan manajemen waktu yang acak adul tanpa disiplin dan menu keluarga yang kacau, saya sering merasa bersalah. Rasa ada yang kurang, sedih deh saat kita sibuk dalam aktivitas yang sebenernya bermanfaat tetapi melalaikan kebutuhan gizi keluarga. Beli makanan sih dari luar, tapi tetap gak tenang dengan kebersihan dan kandungan makanannya. Kalaupun masak sendiri itu hanya ceplok telor atau goreng nuget. Ya Allah. Lalu, manajen waktu yang buruk pun membuat saya merasa kurang produktif karena tugas-tugas  banyak yang mepet deadline. Saya harus berubah.

Bismillah di Bunda Cekatan ini, saya akan bertransformasi menjadi kupu-kupu cantik.

Berikut ilmu-ilmu yang paling penting dan mendesak yang harus saya dalami.


Senin, 23 Desember 2019

Siap Terampil Dengan Telur Merah

Yes, the next level is collecting the red eggs.

Materi kedua semakin menambah binar di mata saya sebagai seorang pembelajar. Setelah menonton video ibu, saya pun semkin tercerahkan dengan paparan materi tentang Meta Kognisi dari Mas Pandu Kartika Putra. Meta kognisi seputar pembelajaran mandiri. Waah banyak insight deh!! Seger! Cerah! Ditambah lagi ada guest star sosok inspiratif yaitu Ibu Tri Mumpuni, yang alhamdulillah saya pernah mengikuti sesinya di kegiatan Konferensi Ibu Profesional (KIP) di Yogya. Awesome! Oia Ibu Tri saat itu sedang menjenguk mba Enes yang akan melahirkan. Hehee ini menyadarkan saya bahwa mas Pandu adlah mantunya Bu Septi 😍 Saya makin takjub dan bersyukur berada di dalam komunitas super ini. Masyaallah..nikmat Allah yang mana lagi, Fit, yang akan kamu dustakan.

Well, kembali ke telur! 😄

Setelah pekan lalu saya memilih 5 aktivitas Bisa dan Suka, pekan ini saya menentukan 5 telur merah yang merepresentasikan 5 keterampilan yang harus saya pelajari dan latih di periode perkuliahan Bunda Cekatan batch 1 ini. Saya memilihnya setelah menuliskan sejumlah keterampilan yang mungkin saya harus miliki dari kelima aktivitas Bisa-Suka saya. Berikut adalah gambar kuadrannya.


Dan gambar selanjutnya adalah tentang kelima telur merah.

Telur-telur merah yang harus saya urus sampai saya menjadi kupu-kupu cantik di akhir masa perkuliahan adalah sebagai berikut.
🕛 Manajemen Waktu
Ini mah keterampilan yang sangat mendesak dan sangat penting agar kebahagiaan saya paripurna cieee.
🎎 Public Speaking Technique
Selanjutnya tentang teknik berbicara di depan umum nih. Pekan lalu saya memilih Storytelling dan Mendidik Anak (ada sesi Hosting, mengajar, memotivasi, vlogging, dll) sebagai telur hijau saya, maka agar performa maksimal sehingga kebahagiaan saya meningkat levelnya, teknik-teknik pendukungnya harus saya kuasai.
🐆 Ice Breaking
Tentu keterampilan ini sangat krusial agar sesi saya bermain, mengajar, bercerita dengan anak-anak baik anak sendiri maupun anak didik selalu segar dan tak monoton. Mamak meati selalu cair.
🎊 Membuat Ide Baru
Sebagai storyteller, pembelajar, teman belajar anak, teman bermain anak dan suami, dan juga penulis membuat terobosan yang asyik tentu harus dilakukan. Maka saya pun menempatkan keterampilan membuat ide baru sebagai hal penting mendesak yang harus saya pelajari.
🍲 Manajemen Menu
Urusan memasak yang masuk ranah Suka tapi tidak bisa tetap harus saya lakukan karena gizi keluarga tetap no 1. Makanan sehat adalah kebutuhan dasar kita. Saya memilih mendalami manajemen menu tentang bagaimana menyimpan bahan masakan (food preparation), resep-resep yang sehat tapi simpel, dan bagaimana cara memasak yang singkat. Saya merasa sedih saat banyak pekerjaan dan harus selalu membeli masakan dari luar, tapi ya di sisi lain saya tidak mampu menyediakan masakan yang fresh. Kali ini saya harus belajar, agar kebahagiaan saya di telor ijo terasa lebih menenteramkan.

Nah itulah telur-telur merah yang siap saya bawa sampai akhir perkuliahan. Semoga Allah memudahkan saya menjadi Bunda yang Cekatan.

Senin, 16 Desember 2019

Telur Ijo Kekuatanku

Alhamdulillah setelah sekian purnama, terbit juga kelas Bunda Cekatan. Hehe.. Alhamdulillah juga bisa masuk batch #1. Alhamdulillah juga nambah tempat belajar baru karena kali ini kami belajar via FB Group. Belajar lagi klak klik sana sini hehe. Ya jadi ibu mesti update terus dong! Gitu kata gurunda tercinta ibu Septi Peni Wulandani saat mendongeng di materi pertama kelas BunCek beberapa hari yang lalu.

Dongeng ibu selalu terngiang di dalam diriku. Dongeng tentang awal kisahnya membersamai anak-anak. Jujur, saya dapet banget karena saya merasa kegemaran saya sama dengan kegemaran ibu Septi dalam hal bermain. Ternyata melalui bermain kita bis menjadi luar biasa. Dan saya pikir saya bisa mengikuti jejak ibu untuk menempuh misi hidup di ranah pendidikan ibu dan anak. Bermula dari bermain dengan anak-anak sendiri, bahagia dengan hal itu, lalu bisa produktif menghasilkan karya yang bermanfaat. Bahkan manfaatnya sangat luas. Bismillah..

Well, kembali ke laptop BunCek! 😀
Di materi #1 ini kami diingatkan kembali tentang aktivitas-aktivitas kita dalam 3 peran: perempuan, istri, dan ibu. Kita diminta memilah aktivitas-aktivitas itu ke dalam kuadran Bisa-Suka, Bisa-Tidak Suka, Tidak Bisa-Suka dan Tidak Bisa-Tidak Suka. Setelah menerawang, inilah pembagiannya.

Cukup banyak yaa kegiatan keren yang saya lakukan. Tapi kenapa saya nampak biasa-biasa saja, tak menjadi apa-apa?? Oooh ternyata, selama ini saya hanya melakukan aktivitas keren itu sekadarnya..sekedar rutinitas saja. Ckckck, No wonder!

Nah sekarang Aktivitas keren itu harus bisa membuatku luar biasa. Karena kan sebenernya selalu dilakukan setiap hari. Logikanya jam terbangnya banyak yaa mestinya.

Alhamdulillah Fasilitator BunCek siap membimbing kami untuk menjadi kupu-kupu Cantik. Setelah memilah kuadran aktivitas, saya harus memilih 5 aktivitas dari kolom Bisa-Suka, untuk kemudian diperdalam di masa perkuliahan BunCek ini. Semoga saya bisa menjadi kupu-kupu istimewa yang akan semakin bahagia dan semakin menebar manfaat dengan kekuatan yang Allah titipkan ini.
Berikut Telur Ijo yang Menjadi Bakal Kekuatan yang berhasil saya lacak.

🐞 Storytelling
I do love Storytelling. Aah bisa lupa waktu kalau saya sudah bercerita di depan anak-anak. Enjoy banget. Gue banget deh! Hehe. Yes, I want to be a great storyteller! Terutama berkisah tentang Rasulullah, para nabi, dan orang-orang sholeh. Saya ingin mendapatkan generasi yang cemerlang yang terinspirasi dari orang-orang cemerlang dari masa lampau.
🐈 Bermain Sama Anak
Tentu, saya juga senang sekali main, terutama main bersama anak. Main di rumah, main di luar rumah alias jalan-jalan hehe. Menyegarkan pikiran!
🐥 Menulis Buku Anak
Ini mah masih dalam wacana. Rasa sulit bnget mengeksekusi. Padahal saya pengen bangeg punya buku. Sering banget cerita keren yang tercetus di benak, tapi karena terjeda kegiatan lain jadi menguap hehe. Lupa mencatat. Selama ini saat melahap buku anak, pikiran dan rasa saya aktif menjadi komentator. Hihi maaf ya..sok iyeh ya. Lalu ide-ide pun bermunculan untuk menulis buku yang sedang dibutuhkan anak saya. Tapi karena ketiduran atau ngerjain tugas lain, ide itu hanya tersimpan entah dimana. Hehe. Kali ini mah mesti menetas niih telor ijo nya, menjadi buku.
🐦 Mendidik Anak
Berdarah pendidik membuat saya seperti selalu on fire jika berhubungan dengan dunia pendidikan. Apalagi dengan pendidikan anak sendiri. Saya sangat peduli dengan pendidikan yang efektif dan menyenangkan. Berbinar banget deh saat saya menjalankan peran saya sebagai fasilitator anak-anak. Selain karena memang puas karena menunaikan kewajiban, tapi juga bahagia karena ilmu yang saya pelajari sejak kuliah dpat dimanfaatkan dengan baik.
🐬 Belajar
Naah ini mah harus dilakukan sepanjang hayat. Saya nikmat sekali saat sedang belajar. Me time saya ada di membaca buku sendirian mojok di kamar dan ikut kajian-kajian atau seminar-seminar. Mencerahkan.

Ya, semoga 5 kekuatan ini akan melesatkan diri ini meraih kemuliaan dunia-akhirat. Aamiin.

Kamis, 21 November 2019

Kelas Baru, Keluarga Baru

Alhamdulillah di semester baru ini bisa pergi keluar kota, ke Tangerang Kota. Berkenalan dengan ibu-ibu hebat disana. Menjadi fasilitator di kelas Bunda Sayang ini sungguh pengalaman berharga. Saya bisa mendapat saudara-saudara baru dengan beragam ilmu dan pengalamannya. Kehangatan yang ada di kelas baru yang saya pegang, adalah kehangatan khas ibu profesional. Kehangatan yang cerdas, penuh semangat, penuh dedikasi, penuh ghairah berbagi dan melayani. MasyaAllah walhamdulillah.

Kelas TangKot Online BunSay batch 5 ini kelas yang sangat aktif dan segar. Sangat dinamis penuh energi. Pun terlihat dari isi setiap setoran T10H level 7 yang narasinya panjang-panjang dan bergizi. Ini membuat emak fasil mesti menjaga stamina mata dengan lebih baik. hehe.. Jujur, setelah sekian lama aktif di Ibu Profesional, baik sebagai fasil maupun pengurus, lalu semangat belajar via online, saya mulai merasakan dampaknya pada kesehatan mata saya. Ini karena kurang baiknya managemen gadget saya dan juga kelalaian saya menjaga kesehatan mata. Beberapa pekan terakhir saya sering merasakan pusing jika terlalu lama membaca via hp. Maka pekan ini saya jadwalkan untuk bertemu dokter mata.

Well, Alhamdulillah dapat ilmu baru juga di kelas TangKot ini. Ada agenda lain selain yang diwajibkan oleh tim pusat, yaitu Gebrak Semangat. Ini dilakukan oleh mahasiswi untuk mahasiwi untuk menyemangati sesama agar tidak kendor semangatnya dalam proses perkuliahan yang cukup panjang ini. Tentu cita-cita lulus BunSay bersama harus dicapai bersama. Barakallah, TangKot!

Dari 36 mahasiswi, ada 18 orang yang berhak atas badge Dasar, 5 orang dapat badge YE dan 9 orang yang dapat badge OP. Hanya 4 orang yang miss di level ini.
Semoga level 8 semuanya bisa lebih baik.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Taqarrub Itu Kunci

Taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah Sang Pemilik hati.

Astaghfirullah, rasanya episode taqarrub setelah menikah dan mempunyai dua anak cenderung menurun, baik dalam hal kuantitas ibadah maupun kualitasnya. Entah apa karena diri yang belum ajeg ya..padahal di episode menjadi ibu ini begitu banyak liku dan jiwa raga yang harus diurus. Harusnya lebih mendekat kelada Allab, karena pertolongan yang kita butuhkan semakin banyak.

Dulu semasa lajang, tahajjud hampir selalu setiap hari, dzikir almatsurat hamlir tak lernah terlewat 2x sehari. Tapi kini, rasanya jauh sekali. Lalai sekali. Astaghfirullah. Tapi saya sadar banget kedua amal sholeh utama itu sangat besar artinya bagi kelancaran kehidupan saya. Maka, kini upaya meninggikan kembali intensitas kedua ibadah itu semakin gencar meski tertatih.

Alhamdulillah, meski PR saya dengan yang du itu berat, amal sholeh lain ada yang masih dengan mudah dilakukan, yaitu sedekah dan berkiprah di bidang edukasi anak-anak lingkungan sekitar. Saya buka rumah baca dan rumah tahfidz di rumah orang tua saya yang kini saya tempati. Itu semua saya lakukan sebagai wujud bakti kepada orangtua dan para leluhur saya juga guru-guru saya. Semoga Allah meridhoi jalan ini. Oia, kiprah saya ini adalah berkat feeling, ilham, dari Allah yang menggerakkan hati saya untuk balik kampung dari perantauan dan memulai kiprah di tanah leluhur. Karena sebenarnya sudah sejak lama saya ingin melakukannya.. Bahkan cita-cita sarjana membangun desa sudah sejak masih kuliah S1 muncul di hati dan benak saya. Itu hampir 12 th yang lalu.

The Calling itu semakin kuat saat saya membuka rumah baca di perantauan, yaitu kota Depok. Sebelumnya saya pun aktif menuntut ilmu di berbagai komunitas dan forum juga pernah membina ibu-ibu dan anak-anak sekitar tempat tinggal. Saat itu gelisah hati ketika menyaksikan kenyataan "di daerahku jarang banget komunitas atau forum edukatif seperti di Depok ini". Maka akhirnya saya pun menyambut panggilan hati itu. Saya curhat kepada suami dan meminta izin kepadanya untuk tinggal dan berbakti di kampung halaman. Melingkar mekar berawal dari keluarga kecil kami.

Sampai saat ini, dalam mengelola apapun, saga selalu meminta petunjuk Allah. Dan kerasa yaa, ada feeling-feeling spesial saat Allah meridhoi satu hal dan tidak pada hal lain..jug tentang timing, strategi, dll. Masyaallah.

Dan tentu, penjagaan diri dari maksiat sekecil apapun itu juga utama. Bertaubat dan meminta maaf saat diri khilaf, khususnya kepada suami, anak dan orang tua tak lagi diganggu rasa gengsi. Pokoknya semua atas dasar melakukan apa yang Allah sukai.

Sekian curhatan saya tentang taqarrub. 😊

Kalang Kabut

Hati hampa kalang kabut
Benak kusut kalang kabut
Raga loyo kalang kabut
Jiwa tertatih kalang kabut

Kalang kabut
Semua kalang kabut
Kalang kabut
Tolong..
Hempaskan kalang kabut
Jernih..jernihkan
Hitung..hitung lafadznya
Siram..sirami dengan namaNya
Sebelum gelap
Sebelum pandangan hilang

Kalang kabut
Sirna bersama cahaya

Ciamis, 18/09/2019
Fitri Purbasari

#puisiffb
#feminitasbunda
#materi1

Sabtu, 05 Oktober 2019

Jurnal Level 6 Bunsay #5 Fasil Depok 1

(https://blogs.africanmathsinitiative.net/intern-cabrine/)

Kini sampai di penghujung semester 1 kelas Bunda Sayang batch 5. Di kelas Depok 1 sungguh terasa beratnya perpisahan karena kabarnya akan ada rotasi fasilitator. Tetapi alhamdulillah meski begitu, level 6 yang menyajikan materi tentang Stimulasi Kecerdasan Matematis-Logis mampu membuat semangat pengerjaan game terasa sangat meningkat. Ini terbukti dengan meningkatnya perolehan badge dasar di level ini dibandingkan level lalu. Juga dikuatkan dengan pendapat beberapa mahasiswa yang curhat mengutarakan bahwa mereka on fire lagi dengan suntikan materi ini. Alhamdulillah. Level lalu mahasiswa yang berhak atas badge dasar hanya 31 orang dari 40 mahasiswa. Level sekarang bertambah menjadi 36 orang. Untuk badge You're Excellent pun bertambah 2 orang di level ini, menjadi 10 orang. Yang berhak mendapat badge Outstanding Performance ada 4 orang, bertambah 1 orang dari level 5.

Semua peningkatan ini tak lepas dari kinerja para perangkat kelas yang super cekatan, supportif, helpful dan baik hati serta pengertian. hehe.. Betul, mak! Kelas Depok 1 ini sungguh kelas yang sangat mandiri dan proaktif. Sistem kerjasamanya sudah terbangun dengan apik. Para mahasiswi sudah melakukan CoC Ibu Profesional dengan sangat baik. Semangat berbagi dan melayani sungguh kental. Barakallahu fiikum. I'm so proud become part of this amazing class! Khususnya di level ini, korlannya mendapat kendala yang sangat berarti sehingga tidak mampu mengemban tugas dengan tuntas. Dan dengan itikad baik dan semangat ibu profesional, para perangkat yang cekatan dan baik hati secara sukarela membantu mem-backup dengan membuatkan resume-resume diskusi dan menghandle jalannya diskusi. You are all awesome!! Semoga Allah membalas kebaikan mak-mak sekalian.

Kategori mahasiswi teladan layak diberikan kepada beberapa orang sih sebenarnya. Begitu pula kategori mahasiswi aktif dan apresiatif. Banyak yang sangat kontributif. Terima kasih banyak. Ini bantuan yang luar biasa bagi saya pribadi sebagai fasilitator. Namun, sebagai fasil saya harus memilih 1 orang untuk masing-masing kategori: Mak Deasi Natalia sebagai Mahasiswi Teladan, Mak Dwi Novita Yeni sebagai Mahasiswi terApresiatif, Mak Diah Denia sebagai Mahasiswi terAktif, dan aliran rasa punya Mak Elsa Murdiana sebagai yang terInspiratif.

Kelas Depok 1 ini awalnya berjumlah 42 mahasiswi. Di level 5 ada 2 orang yang tidak melanjutkan ke level 6 karena telah bolong badge dasar 3x berturut-turut, yaitu Mak Astina Atikah dan Mak Dini. Kami sangat kehilangan. Beliau berdua sedang sangat sibuk, khususnya mak Dini, sedang berada pada peralihan tempat bekerja yang jaraknya jauh dari rumah. Kata beliau energinya sedang terkuras, jadi dengan berat hati tidak bisa mengikuti setoran game yang berlangsung. Lalu di level 6 ini ada 1 lagi mahasiswi yang tidak bisa lanjut ke level 7, karena juga telah bolong badge 3x berturut-turut. Beliau adalah mak Dezetty Monika. Semoga mak-mak sekalian selalu dilindungi Allah dan dimudahkan urusannya ya.. Semoga bisa jumpa lagi di lain kesempatan.

Nah, di level ini pun, sekretaris melaporkan ada 2 orang yang berkategori lampu kuning soal perolehan badge dasar. Semua perangkat kelas diminta bersinergi untuk meningkatkan ikatan di dalam kelas agar semua bisa lulus bersama. Semoga Allah mudahkan.

Seperti yang saya singgung di atas bahwa level Matematis-Logis ini seolah menjadi booster di tengah perkuliahan BunSay. Betapa tidak, banyak yang tercerahkan dan menjadi berbinar saat dipaparkan bahwa "Math is Around Us". Benar! Banyak moment Aha! tersingkap di keseharian kami melalui game level ini. Saya pun yang ikut membaca setoran mereka ikut berwow-wow! "ooh..oohh" kebagian juga moment Aha! nya. Alhamdulillah. Semoga ini termasuk menjadi gerakan massive yang mengentaskan momok terhadap pelajaran Matematika generasi Indonesia. Semoga dengan melek makna melek logika matematis, banyak karya positif yang tercipta dari anak bangsa Indonesia. Amiin.

Sekian laporan saya tentang suasana level 6 di kelas Bunda Sayang Depok 1.
Semoga jika rotasi Fasil nyata adanya, kami bisa terus keep in touch. InsyaAllah tersambung terus dalam ukhuwah. Amiin.

Tambah Teman WA

  Menambah teman menambah rezeki.. Bismillah. Jalin silaturahim, tak pernah rugi. Insyaallah.